Bupati TTU Mengungkap Kronologi Intimidasi oleh dr Icha Dipaksa Suntik Antibisa Ular

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus, menyampaikan rencana intimasi yang dialami dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Instalasi Gawat Darurat RS Leona, Kefamenanu. Peristiwa ini menyelami kematian dr. Icha setelah pasien gigitan ular dirujuk dari RSUD TTU.

Proses mulai saat pasien gigitan ular tercapai di RSUD TTU. Namun, rumah sakit tersebut tidak memiliki dokter bedah yang bisa menangani kondisi kritis. Dua dokter bedah yang sedang cuti dan menghadiri pemakaman saudara pasien akhirnya mengarahkan pasien ke RS Leona. Dr. Icha menjadi penangan utama pasien tersebut.

Keluarga pasien meminta dr. Icha segera memberikan antibisa ular. Namun, dr. Icha menolak karena berdasarkan SOP, penyuntikan antibisa hanya bisa dilakukan pas Abe 6 jam setelah pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan ulur tidak menyebar dalam darah. Kebuntuhan keluarga memicu pembahasan dengan tiga anggota DPRD NTT dari partai PDIP, Golkar, dan PKB. Mereka diduga memaksa dr. Icha untuk melanggar prosedur.

Yosep mengungkapについて, dr. Icha mengalami interferensi verbal. Aduan seperti “saya juga mengerti SOP, saya pegang SOP” hingga ancaman “saya komisi 3 akan saya panggil, saya pecat” terjadi. Dr. Icha juga disebut “dokter bodoh” yang memicu trauma psikologis.

Pemerintah daerah menjanakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang diatur Polres TTU. Yosep menekankan pengamanan tenaga kesehatan di TTU agar tragedi sejenis tidak berulang. RS Leona diperintahkan membantu penyelidikan kepolisian.

Kementerian Kesehatan mengirimkan duka cita atas kematian dr. Icha. Kasus ini menjadi perhatian nasional terkait perlindungan tenaga kesehatan. Yosep mengindikasi pentingnya kesadaran terhadap SOP medis untuk memastikan kelestarian kualitas layanan kesehatan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan