DPR khawatir Indonesiamenjadi konsumen teknologi akibat pengaruh peminat prodi sains.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Komisi X DPR RI mengungkapkan ketidakpastian akan penurunan peserta yang memilih jurusan sains dalam SNPMB 2026. Faktor ini dianggap berpotensi mengancam kemajuan penelitian dan inovasi di Indonesia. Habib Syarief Muhammad, anggota komisi, menekankan bahwa penurunan ini tidak boleh diabaikan karena bisa memicu ketimpangan generasi ilmuwan di masa depan. Ia waras jika Indonesia hanya menjadi negara yang mengkonsumsi teknologi, bukan yang mengembangkannya.

Penurunan ini, menurut Habib, berakar dari kurangnya peluang kerja yang menarik bagi lulusan sains. Banyak siswa merasa ilmu pengetahuan tidak relevan karena kurikulumnya masih terlepas dari realitas industri. Pemerintah diminta memodernisasi kurikulum sains, meningkatkan fasilitas laboratorium, dan menambah beasiswa khusus untuk rumpun ilmu pengetahuan. “Investasi dalam SDM sains adalah langkah strategis untuk menjalani 경쟁 yang kuat,” tegas Habib.

Wiwit Suryanto, Wakil Dekan FMIPA UGM, menambahkan masalah pembelajaran sebagai penyebab utama. Sistem pendidikan yang fokus pada teori tanpa praktik membuat sains terasa abstrak. Siswa juga sering berbau karena belum melihat manfaat ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. “Ketidakmampuan memahami simbol atau persamaan matematika kompleks membuat mereka kehilangan minat,” ujar Wiwit.

Data dari SNPMB 2026 menunjukkan kesenjangan antara kuota daya tampung dan jumlah peserta sains. Hal ini menaruh tekanan pada fondasi riset nasional. Habib mendesak Kemendiktisaintek untuk memulai program afirmasi dengan langkah konkret. Kolaborasi antara akademik dan perusahaan global diperkirakan kunci untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju.

Belajar sains harus dikaitkan dengan teknologi praktis untuk meningkatkan minat siswa. Ekosistem industri yang mendukung dan kurikulum yang lebih interaktif diperlukan. Investasi besar dalam riset dan SDM sains bukan hanya untuk pembangunan ekonomi, tetapi juga untuk memastikan kemandirian teknologi Indonesia.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan