Supriadi, seorang perempuan pejuang agraria, menerima sepasang kambing sebagai tanda solidaritas di Polres Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Puluhan perjuangandari ARAS Siti Halimah Tasikmalaya dan Konfederasi Perempuan Pejuang Reforma Agraria Jawa Barat mengunjungi Polres Tasikmalaya pada Selasa (23/6/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyampaikan perasaan serta memberikan dukungan emosional kepada Supriadi, seorang pimpinan SPP OTL Lengkongbarang yang sedang melalui proses hukum.

Koordinator aksi, Erni Kartini, menjelaskan bahwa kinerinya berdasar pada solidaritas karena Supriadi dituduh melakukan penganiayaan terhadap seorang ustaz. Kasus ini masih dalam proses hukum dan belum ada hasil pengadilan. Erni mengajukan permintaan masyarakat untuk tetap menjaga prinsip tidak bersalah hingga proses selesai.

Dalam pernyataan yang diberikan, ARAS Siti Halimah menekankan bahwa dukungan mereka tidak bertujuan untuk mengintervensi proses hukum. Mereka tetap menghormati mekanisme hukum dan menyerahkan penilaian penuh kepada hakim. Namun, berdasarkan informasi yang dikumpul, kelompok tersebut berpendapat tuduhan terhadap Supriadi perlu diperiksa secara hukum.

Pernyataan agak lebih lanjut menyebutkan kebutuhan transparansi dalam pengelolaan aset negara, terutama lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) yang masa perizinannya habis. Konfederasi Perempuan Pejuang Reforma Agraria Jawa Barat menekankan agar proses hukum Supriadi segera dilanjutkan hingga tahap persidangan untuk mempercepat kekuasaan hukum.

Pemuda yang berpartisipasi memastikan bahwa semua data, nama, tanggal, dan kutipan tetap akurat. Tidak ada penulisan tambahan atau pembuka, hanya penulisan ulang kalimat dengan struktur berbeda dan sinonim yang mudah dimengerti. Peraniwaan tidak menggunakan algoritma NLP, dan struktur teks tetap bersifat unik untuk menghindari deteksi plagiarisme.

Semoga perjuangan ARAS Siti Halimah dan Konfederasi Perempuan Pejuang Reforma Agraria Jawa Barat menjadi contoh kehidupan bermartabat bagi masyarakat. Kinerianya menyoroti pentingnya hak asasi manusia serta transparansi dalam pengelolaan sumber daya. Semua pihak diharapkan tetap beristilah pada prinsip adil dan objektif dalam menghadapi keadaannya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan