Lapas Tasikmalaya Menerangkan Pembinaan Tidak Secara Hukuman

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Fasilitas penyembuhan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya tetap menekankan peran sebagai pusat pembinaan yang bertujuan menciptakan individu yang lebih baik. Pembinaan karakter, pemahaman nasionalisme, serta interaksi sosial dianggap menjadi fondasi utama agar mereka kembali ke masyarakat dengan nilai-nilai moral yang kuat. Pesan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan khusus yang diadakan Kamis (18/6/2026).

Ismet Sitorus, ketua lapas ini, menjelaskan tujuan utama adalah membentuk karakter warga binaan sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah siap menjadi kontribusi positif. Ismet mengulang bahwa lapas bukan hanya tempat menghukum, tapi juga lapangan belajar untuk mengembangkan nilai-nilai yang baik.

Warga binaan di lapas Kelas IIB Tasikmalaya dilampirkan pada berbagai materi pembinaan. Mereka banyak menerima informasi tentang ideologi, kebangsaan, hingga pengabdian sosial. Ismet juga mengaku bahwa tantangan terbesar bukan pada penerimaan warga, melainkan memastikan narasumber pembinaan mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menilai kegiatan ini bisa memberikan dukungan psikologis bagi warga binaan. Diky berpendapat bahwa masyarakat harus melihat lapas bukan hanya sebagai tempat hukuman, tapi juga sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Diky juga mengajak masyarakat tidak memberikan stereo ketinggalan terhadap warga binaan.

Proses pembinaan di lapas ini dilakukan dengan cara menyajikan materi melalui pakar yang bisa menjelaskan dengan cara sederhana. Ismet menegaskan bahwa warga binaan sangat terbuka membuka diri terhadap berbagai pengalaman positif. Tujuan utamanya adalah membantu mereka mengembangkan karakter yang lebih baik.

Pada akhir kegiatan, Diky berundang untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap warga binaan. Kata-katanya menjadi pengingat bahwa kesalahan adalah bagian dari kehidupan, tapi ada kesempatan untuk mengubah diri. Semua orang bisa menjadi alat perbaikan jika berkesempatan untuk belajar dan berkontribusi positif.

Setelah pidan, warga binaan bisa menjadi alat perbaikan masyarakat dengan karakter yang kuat. Semua orang memiliki kemampuan untuk mengubah diri. Lapas bukan hanya tempat hukuman, tapi lapang belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dukunglah program seperti ini agar lebih banyak orang bisa merahasiahkan kesempatan ini.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan