Kilas balik Brok di Elbaph muncul pas tepat saat Loki dan Luffy menghadapi Imu. Meskipun begitu, sebagian pembaca One Piece langsung mengeritkan karena penekanan pada karakter yang tidak menjadi konflik utama di saat itu. Oda pasti mengisi cerita dengan penekanan besar pada salah satu Topi Jerami yang sering tampil pasif. Namun, penempatannya membuat pembaca merasa terganggu karena rasa penasaran itu bervariasi.
Jika di situ, Oda pasti memberi ruang emosional lebih luas bagi Brok. Masalahnya, timingnya bikin sensasi seperti cerita berhenti sementara. Beberapa fan bahkan merasa momen ini lebih ngena kalau muncul lebih awal, sejenak saat Brok menghadapi Gunko. Secara logis, emosi masa lalu Brok bisa langsung terkait dengan adegan yang sedang dibaca.
Gambar yang disertakan menunjukkan Brook di tengah kekuasaan Imu melalui Kerajaan Esperia. Hal ini bikin pembaca melihat pengaruh Imu di masa lalu, bagaimana sisanya jatuh menjadi tragedi. Meski pendekatan ini menambah kedalaman, sebagian orang merasa Brok cuma jadi alat untuk mengajak cerita.
Penting untuk mengetahui, pendekatan Oda sebenarnya cerdik. Ia mengolah dua isu sekaligus: misteri Imu dan latar belakang Brok yang dulu tak muncul. Ini menambah potongan cerita, tapi juga bikin beberapa fan merasa Brok hanya jadi alat penelus.
Kritik ketiga lebih sederhana: narasi terasa terlalu jelas. Sebelum flashback, Brok sudah mengungkapkan bahwa Shuri membunuh ayahnya. Pembaca juga tahu ketegangan antara Esperia dan Pemerintahan Dunia, serta transformasi Shuri menjadi Gunko. Semua terasa seperti potongan puzzle yang sudah jelas.
Akan menarik, karena semuanya terlalu rapi, sebagian pembaca kurang merasakan “ledakan” emosional yang biasanya ada di flashback. Mereka beruyang siap dihadapkan pada kejutan, tapi Oda memilih membangun lore pelan-pelan menuju Imu.
Bisa jadi, detail kecil yang tersimpan di ujung flashback ini akan menentukan apakah momen ini jadi jam kuncinya atau sekadar jeda sebelum perang utama kembali menendang.
Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.