Kota Tasikmalaya Andalkan MTQH dalam Mempersiapkan Generasi Berakhlak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

MTQH XVI diTasikmalaya tidak hanya menjadi kompetisi juara, tetapi berfokus pada pembentukan generasi_qurani yang mampu menghadapi tantangan zaman. Pemerintah kota menyelenggarakan pengelolaan ini sebagai strategi jangka panjang untuk mempersembahkan tokoh muda yang memiliki akhlak mulia, karakter kuat, serta kepekaan sosial tinggi. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menekankan dampak teknologi digital yang sulit ditangani oleh generasi muda, seperti degenerasi moral, penyalahgunaan teknologi, serta informasi yang gangguan nilai keagamaan.

Memulai dari penegasan bahwa Al-Qur’an dan Hadis harus menjadi kompas moral bagi generasi penerus, MTQH XVI ini dirancang untuk membangun sumber daya manusia berkarakter. Berbagai program seperti tilawah, tahfiz, fahmil, dan karya ilmiah dinilai efektif untuk mengembangkan calon ulama, dai, serta pemimpin masa depan. Viman menegaskan bahwa keberhasilan MTQH tidak hanya diukur dari jumlah juara, tetapi dari seberapa banyak masyarakat yang mengadopsi nilai-nilai Agama dalam kehidupan harian.

Sebagai bagian dari visi Kota Tasikmalaya sebagai kota agama, inovatif, dan berkelanjutan, pemerintah terus memperkuat program Tasik Religius, termasuk OHAN HAFIZH untuk menyelenggarakan penghafal Al-Qur’an di setiap desa. Predikat “Kota Santri” harus terpraktikkan dalam perilaku masyarakat, bukan hanya sebagai slogan.

Investasi dalam MTQH XVI ini menjadi langkah penting untuk menjamin kesalaman masyarakat di era digital. Dengan menguatkan nilai-nilai agama, generasi muda diharapkan tetap berdedikasi pada identitas keislaman sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman. Setiap aktivitas dalam MTQH XVI bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi untuk menyiapkan umat yang mampu menjaga kesadaran agama tanpa kehilangan relevansi dalam dunia modern.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan