IPAL TPA Ciangir belum beroperasi, Viman Kejar menyuplai listrik, dan Ancam Oknum Nakal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

IPAL di TPA Ciangir yang dibangun dengan anggaran Rp3,6 miliar masih belum beroperasi dan terus menjadi topik pembahasan. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengakui masih terdapat berbagai tantangan teknis yang menghalangi fasilitas itu berjalan optimal. Persoalan IPAL TPA Ciangir sejak awal telah menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Memang ada beberapa hal teknis yang harus dipenuhi. Salah satunya suplai listrik. Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan PLN Kota Tasikmalaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Viman kepada Radar, Kamis (11/6/2026). Pemerintah daerah akan segera memenuhi kebutuhan teknis tersebut agar IPAL yang sudah dibangun tidak menjadi aset yang menganggur.

“Sayang kalau sudah dibangun tetapi belum bisa dimanfaatkan. Karena itu hal-hal teknis akan segera kami penuhi,” katanya. Menanggapi dugaan ada pihak yang menyumbang untuk mematikan keperluannya, Viman memastikan pemerintah akan bertindak sesuai aturan yang berlaku. Jika ditemukan kekurangan pekerjaan atau ketidaksesuaian spesifikasi, penanganannya akan dilakukan secara tegas sesuai mekanisme hukum.

Indonesia Green Movement (IGM) menekankan keadaannya karena IPAL TPA Ciangir masih tanpa fungsi. Sebagai koordinasinya, Rafi Faza menyatakan pihaknya telah mengawal persoalan TPA Ciangir sejak tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), IPAL hingga kini masih belum beroperasi. “Kalau IPAL belum beroperasi, berarti hampir satu tahun ini pencemaran tidak pernah berhenti. Anggaran Rp3,6 miliar juga belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menghadapi situasi ini, pemerintah harus mempercepat penyelesaian kendala teknis. Operasional IPAL bukan hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Penggunaan anggaran Rp3,6 miliar harus dioptimalkan agar bisa menjawab kebutuhan lingkungan.

Dengan melaksanakan IPAL sepenuhnya, masyarakat dapat menghijau lingkungan dan mengeksperimen solusi inovatif untuk keberlanjutan di Tasikmalaya, memastikan anggaran Rp3,6 miliar ini tidak berubah menjadi aset tiba-tiba. Ini adalah peluang besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan teknologi lingkungan yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan