BANJAR, Thecuy.com – Suami istri Carti (55) dan Sarmin (57) dari Dusun Cibentang RT 23 RW 09, Kelurahan Mekarharja, Kecamatan Purwaharja,遭遇 unggahan yang tak terduga saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghobi mereka di depan rumah.
Ketika masyarakat sekitar bergerak menuju Jalan Siliwangi (batasan Jawa Barat – Jawa Tengah) pada Rabu (27/5/2026) untuk menyambut gubernur, pasutri itu justru diburu oleh kendaraan kenegaraan. Rumah mereka, yang memadukan saluran irigasi, menjadi fokus perhatian Dedi Mulyadi.
Gubernur menundun di depan rumah pasutri tersebut. Ia menjanjikan tanah yang dimiliki pemerintah untuk mereka tempati. Pasutri itu tidak memiliki tanah, sehingga tetap menumpang mendirikan rumah di lahan PU. Carti mengaku telah tinggal di sana selama 10 tahun.
Wali Kota Banjar, H Sudarsono, menjanjikan akan memproses permintaan tersebut. “Kita akan koordinasi dengan pemerintah provinsi karena aksi gubernur itu masih spontan,” kata ia.
Carti mengungkap kesedihannya karena kesehatan tidak memungkinkan ia menyambut KDM di jalan. “Saya di sini karena masih nggak enak badan. Tapi pas waktu, pasti ketemu,” ujarnya.
Rumah pasutri tersebut memang tidak layak. Pasutri itu nggak bisa ikut ke jalan raya karena kondisi fisik. Tapi ketika kendaraan gubernur tiba, mereka terbayangkan.
Dedeni Mulyadi menjanjikan terangan untuk mereka. Wali kota juga menyatakan akan menyelidiki mekanisme perlakuan.
Fenomena seperti ini bukan ketuaan di Banjar. Pasutri itu nggak bisa bayar pajak tanah karena tidak memiliki kewasitannya.
Carti nampak sedih saat mendengar aboutnya. Ia busesuin di rumah karena sakit. “Saya nggak bisa pergi ke jalan. Tapi pas waktu, pasti ketemu,” katanya.
Wali kota menjanjikan akan membantu. Prosesnya masih dalam diskusi.
Ketika KDM tiba, pasutri itu membayangkan. “Bapak aing (KDM), lalu wali kota tiba. Saya nggak bisa bayangkan itu di layar,” tegasnya.
Rumah mereka dilukis tanah pemerintah. Carti nggak punya tanah.
Gubernur Dedi Mulyadi melakukan aksi ini tanpa ketentuan resmi. Wali kota akan memprosesnya.
Kekasapan ini menjadi pengingat. Kesehatan dan rumah murni adalah hak. Komunitas harus tanya: “Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu?”
Aksi gubernur ini membuka peluang. Karena tidak ada yang dengan hati membiayai, seringkali orang-orang nggak bisa bergerak. Meski kecil, aksi ini bisa berubah hidup.
Semua orang bisa menjadi penolong. Bukan hanya pemerintah. Komunitas juga harus sadar. Kembali ke ruang publik, kita bisa memulai dari sini.
Kolaborasi yang spontan bisa mengubah masa depan. Jangan tunggu kebijakan resmi. Aksi kecil bisa menjadi awal.
Pertanyaan yang penting: “Apa yang bisa saya bantu?” Tanyakan itu hari ini. Setiap jawaban bisa menjadi titik awal perubahan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.