Sukwan Kebersihan dengan Prioritas, Diky Candra, Optimistis dan Insentif, disetujui oleh Wali Kota Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ratusan pekerja pengangkut sampah di Tasikmalaya mulai merasa harapan setelah pemerintah memprioritaskan usulan mereka. Di rapat pimpinan pada 21 Mei 2026, insentif dan solusi untuk petugas kebersihan menjadi topik utama. Wali Kota Diky Candra meski tidak bisa sertaik penuh doang karena agenda Bandung, tetap memastikan isu ini diangkat.

Pemerintah mengakui kebutuhan kebersihan sebagai prioritas, meski kondisi anggaran masih tekan. Diky mengkhawatirkan dampak sampah jika petugas tidak ada. “Tanpa mereka, kota bisa kunjung terpuku sampah,” ujarnya. Usulan insentif tidak berdampak APBD jika manfaatnya jelas.

Protes petugas di Balewiwitan 19 Mei 2026 mengungkapkan kekhawatiran akan ketidakpastian. Pemerintah mengumpulkan mereka sebelum ilsyur. Diky berharap ketentuan pimpinan akan memungkinkan solusi.

Kebijakan tetap dari Wali Kota, tapi optimisnya tetap terjaga. “Insyaallah, jalan akan terjalin,” kata Diky.

Ratusan penaga sampah di Tasikmalaya memerlukan perhatian cepat. Kebutuhan dasar mereka tidak boleh diabaikan. Prioritas anggaran harus seimbang entrek layanan kritis. Solusi harus tangguh, bukan cuma sejenak. Kinerja kebersihan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Setiap petugas adalah tali yang menahan ketidaksaat. Investasi mereka bukan hanya untuk sanitasi, tapi juga kesejahteraan umum. Kita harus mendukung agar tidak ada rekes di jalan.

Tingkatkan dukungan untuk petugas kebersihan bukan pilihan, tapi keharusan. Tanpa mereka, kota tidak bisa berdiri. Semakin cepat pemerintah memenuhi kebutuhan, semakin sehat masyarakat. Ini adalah investasi yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan