Harga hewan kurbannaik dibanding tahun lalu, pemeriksaan kesehatan hewan terus dilaksanakan di Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kab. Tasikmalaya fokus pada pengujian kesehatan hewan kurban di seluruh lapak peternakan di berbagai kecamatan, senin (23/5/2026). Proses ini bertujuan memastikan semua hewan yang akan disembelih berstandar sehat dan sesuai syarat Agama Islam.

Petugas kesehatan hewan (Keswan) tidak hanya memvalidasi kondisi fisik ternak, tetapi juga menempelkan stiker khusus pada sapi, domba, dan kambing yang lolos pengecekan. Proses ini dilakukan secara langsung di lapak-petani pedagang kurban, termasuk di Kecamatan Manonjaya yang telah menjadi lokasi utama pemeriksaan.

Epul, pejabat Pusat Keswan, menjelaskan bahwa petugas telah menjalani pengecekan di ratusan lapak, di mana sebagian masih menunjukkan gejala kesehatan yang kurang optimal. Penanganan dilakukan oleh pemilik atau penjual, dengan beberapa yang sedang melalui proses penyembuhan.

Data terbaru menunjukkan penurunan harga domba dan kambing sekitar 5-10% dibanding tahun sebelumnya, padahal beberapa penjual mencatat peningkatan hingga Rp 3 juta per unit. Fluktuasi ini memengaruhi strategi peternakan lokal, dengan beberapa peternak yang memadukan hewan dengan pasang surut atau alat bantu untuk mengurangi biaya.

Sebuah studi kasus di Kecamatan Cikatomas menunjukkan bahwa ketatnya pemeriksaan kesehatan berdampak pada penurunan kasus penyakit hewan. Lapak yang terinspeksi secara berkala mengalami kenaikan penjualan hingga 15%, karena konsumen percaya lebih pada produk yang dijamin sehat.

Informasi ini relevan dengan tren terkini di Indonesia yang menunjukkan peningkatan permintaan kurban berkualitas tinggi. Penggunaan stiker sebagai sertifikat kesehatan menjadi solusi praktis untuk meningkatkan transparansi pasar.

Bagi masyarakat, ini adalah peluang untuk membangun kepercayaan dalam transaksi hewan kurban. Kejelasan dalam sistem pemeriksaan dan transparansi harga dapat menjadi fondasi untuk perekonomian peternakan yang lebih berkelanjutan. Semua pihak harus terus kolaborasi untuk menjaga kualitas kurban yang layak disembelih.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan