Sampah Kota Tasikmalaya belum memenuhi syarat proyek Rp80 triliun, DPRD meminta TPA tidak menjadi lahan sampah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.id – Proyek pengolahan sampah skala besar dengan anggaran Rp80 triliun yang dituntut Danantara dan BRIN mulai menerima respon di kota ini. Meski potensi inilah, tantangan sampah di Tasik malah terus berkelanjutan: volume sampah belum memenuhi standar, lahan TPA terus terpaksa digunakan, dan sampah lintas daerah juga sering masuk ke wilayah.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi menekankan bahwa pendekatan terbatas hanya di hilir tidak cukup. “Masalah sampah bukan hanya di tanggapan, yang cenderung dihilir punya tanggung jawab. Kalau tidak, sampah akan tetap menjadi masalah,” ujarnya Rabu (20/5/2026).

Data yang dibahas menunjukkan volume sampah yang terangkut masih jauh dari total produksi harian. Heri yang dil}^{-i} pasang setelah upacara nasional, volume sampah yang dikumpulkan hanya sekitar seribuan kubik, sisanya masih memancing di beberapa daerah. “Ini masalah nyata,” kata Terang, pejabat senior PKS.

Kota Tasikmalaya juga menjadi pusat ekonomi di wilayah Timur Priangan, sehingga beban sampah semakin berat karena flux penduduk dari sekitar. Heri mendorong pendekatan regional: kolaborasi dengan Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, hingga Pangandaran. “TPA harus berbatasan, misalnya di Tamansari atau Manonjaya. Begitu beban tidak hanya pada satu kota,” katanya.

Sindirnya juga menyarankan pemerintah daerah memperkuat komunikasi lintas kepala daerah untuk memanfaatkan program nasional secara bersama. Heri menegaskan bahwa solusi masa depan tidak bisa dipisahkan dari konsentrasi masyarakat sebagai penghasil sampah. “Kesadaran masyarakat harus menjadi prioritas sebelum memahami teknologi,” ia menambahkan.

Tingkah kelancar ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Tasikmalaya memerlukan kerja sama luas. Dari infrastruktur hingga kebijakan, pendekatan regional bisa mengurangi beban. Dalam masa depan, kolaborasi lintas wilayah mungkin menjadi kunci untuk mengatasi masalah sampah yang telah lama menggelapkan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan