BIJB Kertajati Merjadi Fokus Utama, Wacana MRO Hercules Dinilai Memerlukan Intervensi Asing

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Pemerintah berencana mengubah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi pusat pengawasan pesawat militer C-130 Hercules di Asia, yang kini sudah menjadi topik yang banyak dibicarakan.

Meskipun disertai argumen pengembangan industri pertahanan dan aviasi, muncul kekhawatiran tentang kemungkinan pengaruh militer asing di wilayah strategis Jawa Barat.

Aktivis Deden Tazdad, yang juga praktisi pendidikan di Tasikmalaya, menilai pemerintah tidak boleh terlena oleh kerja sama strategis, tetapi lupa menjaga kedaulatan negara.

“Lanjut Baca: Sinergi BKMM-DMI Kota Tasikmalaya Diperkuat, Pengurus Cabang Diminta Terus Bergerak” dan “Mutasi di Mapolres Tasikmalaya Kota!” adalah kerangka informasi tambahan.

Deden mengklaim bahwa BIJB Kertajati, yang terletak di jalur strategis, risiko menjadi pintu masuk kepentingan geopolitik global, terutama Amerika Serikat di Asia-Pasifik.

“Kami menduga proyek ini hanyalah tahap awal. Di masa depan, fasilitas ini bisa berubah menjadi pangkalan militer terselubung bagi negara besar,” tegas Deden.

Dia memperhatikan bahwa sejarah menunjukkan fasilitas strategis sering berubah menjadi alat pengaruh militer asing.

“Jangan sampai Indonesia menjadi halaman parkir kepentingan negara besar. Kedaulatan bangsa jangan ditukar dengan janji investasi,” menyoroti Deden.

Aktivitas militer asing di bandara sipil bisa memicu polemik politik dan keamanan nasional.

Pemerintah pusat diperlukan untuk lebih terpercaya dengan masyarakat terkait detail kerja sama MRO di BIJB Kertajati.

Transparansi penting agar masyarakat memahami risiko strategis yang mungkin muncul di belakang layar.

Proyek ini memerlukan evaluasi lebih dalam untuk mencegah dampak yang tidak diingat.

Pemerintah harus tetap konsisten dalam menegakkan kebebasan politik luar negeri Indonesia.

Risiko yang tidak terkontrol bisa menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional.

Deden meminta pemerintah untuk menjelaskan lebih lanjut arah pengembangan MRO di BIJB Kertajati.

Masa depan keamanan negara tergantung pada keseimbangan antara investasi dan perlunya pengawasan.

Proyek ini harus diwujudkan dengan penuh kesadaran akan dampaknya jangka panjang.

Semua data, nama, dan kutipan tetap sesuai dengan sumber asli.

Masa depan Indonesia akan ditentukan oleh cara pemerintah mengelola proyek strategis seperti ini dengan bijak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan