Masalah sampah di Kota Tasikmalaya berakibat menjadi bencana waktu akibat respons lambat dari Armada Tua

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Masalah sampah di Tasikmalaya kembali menjadi isu yang harus dihadapi. Ade Ruhimat, pembuka Masalah Sosial Kota Tasikmalaya, mengkritik pola pengelolaan sampah yang berulang: memindahkan sampah dari rumah ke TPS, lalu ke TPA. Pendekatan ini dianggap tidak efektif karena tidak menyelesaikan masalah secara mendasar.

Ade mengungkapkan, jumlah kenderaan pengangkut sampah yang masih terbatas—sekarang hanya 42 unit—tidak sesuai dengan kebutuhan 10 kecamatan di kota. Beberapa kenderaan telah usang, sehingga efisiensi pengangkutan semakin menurun. “Jika hanya 42 kenderaan untuk 10 kecamatan, apakah itu cukup?” tanya ia kepada Radar Tasikmalaya.

Sampah di Tasikmalaya sudah menjadi masalah berjangka sejak lama. Namun, usulan penambahan kenderaan atau pengembangan sistem modern sering terhalangi oleh keterbatasan anggaran. Ade meminta pemerintah meningkatkan alokasi anggaran secara bertahap untuk pengadaan kenderaan baru dan teknologi pengolahan sampah modern seperti Refuse Derived Fuel (RDF).

Masalah lain adalah pola pengelolaan sampah yang masih konvensional. Sampah dari rumah langsung dipindahkan ke TPA tanpa pengolahan, sehingga TPA terus terobati. Ade menegaskan, pendekatan ini hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Untuk mengatasi kondisi darurat sampah, Ade meminta kolaborasi antardaerah. Ia mengusulkan kerja sama dengan wilayah Provinsi Jawa Barat seperti Banjar dan Garut, agar Volume sampah memenuhi syarat untuk program pengolahan modern.

Kondisi sampah di Tasikmalaya memerlukan solusi jangka panjang. Pengembangan teknologi modern dan penyesuaian strategi pengelolaan menjadi langkah penting. Tanpa inovasi, masalah sampah akan terus berulang.

Ade menyoroti pentingnya konsistensi pemerintah dalam memberikan solusi. Jika dana dan sumber daya digunakan secara teratur untuk pengadaan kenderaan dan teknologi, kondisi darurat sampah bisa dikurangkan. Hal ini membutuhkan ketelitian dan komitmen dari pihak terkait.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan