Wakil Wali Kota Diky Candra Cekik Pengasuh Pondok Pesantren di Tasikmalaya, Islah Selesai

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Thecuy.com – Lomba baris-berbaris yang diadakan Forum Baris Indonesia (Forbasi) Kota Tasikmalaya ke-1 di GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026), menjadi kekinian karena adanya peristiwa yang melibatkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra dan pendampingnya Ustaz Mabruri dari Pondok Pesantren Fauzan Paseh.

Arah lomba yang bertujuan mengangkat ketertiban di kalangan peserta SD, SMP, hingga SMA di Tasikmalaya, pada saat itu menjadi moment yang penuh aktivitas. Namun suasana yang awalnya bermakna tidak terang karena kerumunan peserta dan penonton.

Diketahui, insiden terjadi sekitar pukul 08.00 saat Diky Candra, yang sedang menjalani tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota, berusaha masuk ke area lomba. Kondisi GOR dalam saat itu penuh peserta, guru pendamping, hingga orang tua siswa.

Beberapa ibu-ibu disebutki mencoba menghentikan langkah Diky saat ia berusaha bawa kamera untuk berswafoto. Bagi sisi lain, Ustaz Mabruri yang hadir dengan pakaian olahraga mencoba menyapa Diky.

Keduanya diketahui sudah saling mengenal dekat dan sering berbincang santai di luar kegiatan resmi. Namun penampilan Mabruri tanpa pakaian khasnya disebut menjadi alasan Diky tidak langsung mengenalinya.

Saat Mabruri mencoba menyapa sambil menyentuh pinggangnya, Diky terlihat refleks dan mengecek lehernya. Peristiwa itu segera dilerai dengan membantu yang ada di lokasi.

Meskipun situasi sepi, peristiwa itu tidak merusak ketertiban yang harus menjadi ciri khas lomba. Setiap jam kemudian, Diky Candra disebut kembali ke rumah Mabruri untuk melakukan tabayun dan islah.

Pukul 11.00 jam, Diky Candra menegaskan bahwa masalah sudah diselesaikan. Ustaz Mabruri juga mengakui kejadian tersebut, tetapi menekankan bahwa permasalahan sudah diatasi dengan sopan.

“Atos we teu kenging diviralkan, hawatos ka pejabat, abdi atos lebar manah, atos ishlah,” kata Ustaz Mabruri singkat.

Kebiasaan baris-berbaris tetap menjadi panggung ketertiban dan kesenangan. Peristiwa ini meski panas, menjadi pengingat bahwa komunikasi dan pemahaman tetap kunci di tengah aktivitas kolektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan