Diky Candra LolosKontrol

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seringkali masalah kompleks muncul dari kondisi fisik tergolong kecil. Ini terjadi ketika seseorang merasa sakit di area infus. Perasaan tiba-tiba menjadi kencang.

Cerita ini bergulir di Tasikmalaya. Terkait Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, yang pernah terlibat dalam situasi ketidakpastian dengan warga.

Mula-mula sederhana. Seperti pernahatan pejabat dengan masyarakat. Ada yang menghargai. Ada yang ingin foto. Ada yang sekadar ingin dekat dengan tokoh publik yang sering muncul di media sosial.

Saat itu Diky baru menyelesaikan aktivitas. Kondisinya masih kurang optimal. Sebelumnya ia mengalami sakit dan melalui perawatan infus di tangan.

Lalu datang pria dengan sepatu kulit. Ia dari belakang. Mungkin terlalu antusias. Mungkin tidak menyadari kondisi tangan Diky masih sensitif.

Tanpa sengaja tangannya menyentuh area infus. Dan di sini semua berubah cepat. Sangat cepat.

Refleks Diky langsung muncul. Tangan bergerak otomatis. Lidah pria bersepatu dengan rambut panjang diguncang. Tubuhnya terjerit menuju tembok.

Orang sekitar langsung diam. Kaget. Tidak percaya. Karena yang dilihat bukan sekadar gerakan fisik biasa. Tapi puncak emosi pejabat di ruang terbuka.

Apalagi Diky dikenal memiliki keterampilan pencak silat. Geraknya refleks. Cepat. Terlatih.

Maka ketika emosi bertemu refleks tubuh, hasilnya menjadi ketat di mata publik. Pertanyaan muncul. Kenapa sampai ke-derajat itu? Apakah karena rasa sakit di area infus? Apakah karena kondisi fisik belum sehat? Atau tekanan jabatan membuat seseorang kehilangan kontrol?

Pria bersepatu berprofesi guru ngaji. Ia memilih memaafkan. Bahkan meminta masalah itu tidak terus digugat.

“Atos teu kenging di viralkan. Hawatos ka pejabat. Abdi atos lebar manah, atos islah,” ujarnya. Kalimatnya sederhana. Tapi terasa tenang.

Sikap seperti itu justru membuat masyarakat bertanya: kenapa rakyat kecil kadang lebih mampu mengontrol emosi dibanding pejabat yang memiliki otoritas?

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan