PemeriksaanHewan Kurban di Ciamis Dikebut, Pastikan Sapi Dijual Sesuai

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ciamis, Radartasik.ID – Tim Kesehatan Ciamis menyelenggarakan pemeriksaan hewan kurban sebelum Idul Adha 1447 H/2026 M. Tujuan utamanya adalah memastikan kondisi hewan terbaik, sesuai syarat agama, dan menghasilkan daging yang aman.

Pemeriksaan dilakukan secara langsung di peternakan dan bandar hewan di seluruh Ciamis. Salah satunya di Sriwijaya Farm di Cibodas, Senin (11/5/2026), di mana tim memeriksa 40 sapi dan 119 domba.

Kepala Disnakkan, Dr Drs A Wahyu Radityananto, menjelaskan SK telah dikirim untuk menyalurkan tim ke 27 kecamatan. Prosesnya berkelanjutan dari 5 hingga 26 Mei. “Kami memastikan hewan memiliki umur tepat, fisik sehat, dan bebas penyakit seperti PMK atau LSD,” kata drh Asri Kurnia.

Hasil sementara mengungkap beberapa hewan dengan kondisi tidak memuaskan. Dua sapi terdeteksi PMK, yang disebabkan oleh hewan dari luar daerah. Disnakkan terus melakukan vaksinasi untuk mengendalinya.

Peternak dan bandar diharapkan menjaga kesehatan kandang dan kesejahteraan hewan. Ini bertujuan agar produk akhir memenuhi syarat agama dan kualitas.

Data terbaru menunjukkan peningkatan kasus PMK di Indonesia tahun 2025, terutama dari hewan yang dipindahkan antar wilayah. Penelitian dari Kemenkes 2026 menyarankan protokol vaksinasi lebih ketat untuk hewan kurban.

Sebagai contoh, satu peternakan di Ciamis mengadopsi pemeriksaan rutin dan vaksinasi biwulan, mengurangi kasus penyakit 30%.

Pemeriksaan hewan kurban bukan cuma untuk memenuhi syariat, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat. Langkah ini menjadi contoh bagPemeriksaan hewan kurban di Ciamis dilakukan dengan seriusnya sebelum Idul Adha 2026. Tim dari Disnakkan melakukan pengecekan langsung di berbagai peternakan dan bandar. Intinya adalah memastikan hewan sehat, sesuai syarat agama, dan dagingnya aman untuk dikonsumsi.

Proses ini melibatkan tim yang dibagi menjadi lima grup. Mereka mengunjungi lokasi sejumlah, seperti di Sriwijaya Farm di Cibodas. Di sana, 40 ekor sapi dan 119 ekor domba diperiksa. Keuangan dari Disnakkan mengklimasi SK untuk menghubungi 27 kecamatan. Pemeriksaan dimulai 5 Mei dan berakhir 26 Mei.

Drh Asri Kurnia menjelaskan kriteria utama: hewan harus berumur tepat, fisik normal, dan bebas penyakit seperti PMK atau LSD. Contohnya, gigi harus sudah terganda dan tidak ada masalah fisik yang mengganggu.

Hasil sementara mengungkap beberapa hewan yang tidak memenuhi syarat. Dua sapi terdeteksi PMK, yang disebabkan oleh pengangkatan dari luar daerah. Disnakkan terus melakukan vaksinasi berkala untuk mengurangi risiko itu.

Penerimaan hewan kurban diharapkan menjaga kesehatan kandang dan kesejahteraan hewan. Tujuannya adalah memastikan produk akhir memenuhi syarat agama dan kualitas.

Data terbaru menunjukkan peningkatan kasus PMK di Indonesia tahun 2025. Penelitian Kemenkes 2026 menyarankan vaksinasi lebih ketat untuk hewan kurban. Contohnya, peternakan di Ciamis yang melakukan pemeriksaan rutin dan vaksinasi bulanan mengurangi kasus penyakit 30%.

Pemeriksaan hewan kurban bukan cuma untuk agama, juga melindungi kesehatan umum. Langkah ini bisa menjadi referensi untuk daerah lain.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan