Hewan Kurban diCiamis Lebih Baik Tanpa PMK, Dapatkan Vaksinasi Secara Cepat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kondisi di Ciamis tetap aman sebelum Idul Adha. Para pengawas tidak mencatat kasus penyakit seperti Lumpy Skin Disease (LSD) atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Penanganan penyakit ini didukung oleh vaksinasi rutin dan pengawasan yang ketat.

Budiono, ketua tim kesehatan veterinari, mengungkapkan bahwa sapi dari luar daerah belum dimasukkan ke penjualan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran. “Sapi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah belum ke lokasi bandar. Itu untuk mengantisipasi ancaman,” kata ia.

Perubahan cuaca berupa panas berputar hujan menjadi faktor yang meningkatkan risiko kesehatan ternak. Bandan memilih menunda pengiriman sapi karena ketimpangan lingkungan. “Sapi rentan perubahan cuaca. Kita tidak ingin risiko, jadi pengiriman mendekati Idul Adha,” menjelaskannya.

Pola jual beli hewan kurban mengalami perubahan. Sebelumnya bandar aktif menjajak, kini pembeli lebih sering memesan langsung. “Konsumen lebih memilih pesan langsung, tidak mencari hewan di pasar,” suntrasnya.

Ketersediaan hewan kurban di Ciamis diperkirakan sekitar 10.000 ekor, mengandung sapi dan domba. Pengawasan tetap fokus pada ternak yang berasal dari daerah berisiko. “Alhamdulillah, di Ciamis masih aman dari PMK,” ujar Budiono.

Data terkini menunjukkan penyebaran penyakit di daerah lain masih menjadi tantangan. Paraganggan vaksinasi dan pengawasan mandiri perlu diperkuat untuk mencegah risiko baru. Pesan langsung dari penjualan hewan kurban menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi interaksi tak terkendali.

Keamanan ternak di Ciamis menjadi contoh bagaimana respons proaktif dapat mencegah ancaman. Perlu diperhatikan konsistensi pengawasan serta adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Dengan pendekatan yang cerdas, masyarakat dapat menjaga kesehatan hewan serta memastikan sumber peternakan tetap stabil.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan