330 Ton Sampah Kota Tasikmalaya Masuk TPA Ciangir Harian, DLH Akui Armada Kewalahan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Masalahpencuci lingkungan di Tasikmalaya masih belum sepenuhnya diselesaikan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya menyadari armada pengangkut yang saat ini masih kurang optimal dalam mengatasi keterbukan volume sampah harian. Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini mencapai kisaran 300-330 ton sehari. Fery Arif Maulana mengungkap, sekira 330 ton sampah yang masuk ke TPA setiap hari. Meski kapasitas TPA masih dinilai aman, persoalan justru muncul pada teknis pengangkutan di lapangan.

Saat ini, pemerintah daerah hanya menggunakan 42 kendaraan pengangkut untuk menampung sampah di 10 kecamatan di Tasikmalaya. Hampir setengah dari kendaraan ini sudah usang dan memerlukan perbaikan. Hasilnya adalah kinerja pengangkutan yang tidak maksimal, terutama saat lapangan mengalami penumpukan sampah akibat liburan atau gangguan jadwal. Dinas Lingkungan Hidup mengakui kekurangan kendaraan saat ini belum memenuhi kebutuhan ideal pelayanan kota.

Sebagai solusi, pemerintah daerah menyiapkan rencana pengangkutan berdasarkan wilayah kecamatan. Dalam rencana berikutnya, satu kendaraan akan mengangkat sampah hanya di satu wilayah kecamatan untuk meningkatkan efisiensi. Penanganan akan lebih terfokus di lokasi kritis seperti Pasar Lama, Dadaha, Pasar Cikurubuk, dan kawasan Hotel Borobudur-Jalan Esel Tobing. Selain itu, pelayanan rutin ke kawasan permukiman tetap berjalan secara normal.

Studi mendalam menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi dapat membantu mengurangi penumpukan sampah. Dengan kerja sama masyarakat dan pemerintah, Tasikmalaya bisa menjadi contoh kota yang mengelola sampah secara efisien dan berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan