Warga dan Pemuda di Ciamis Dibawa ke Rumah Sakit untuk Pemeriksaan Kejiwaan Karena Depresi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemuda dari Ciamis yang sebelumnya melakukan tindakan radikal karena kondisi psikologisnya berhasil ditangkap dan dibawa ke rumah sakit, Jumat (17/4/2026). Ia bernama Irfan (35) atau Ipong, terang mengganggu warga dengan berbagai perilaku aneh mulai dari beramuk hingga melakukan tindakan berbahaya seperti melonjak di jembatan.

Pemerintah desa Panyingkiran dan Pawindan berkolaborasi dengan tim kesehatan, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk mengatasi situasi. Langkah ini dilakukan agar penanganan medis bisa dilaksanakan beserta memastikan keamanan lingkungan. Kepala desa Panyingkiran, H Soleh, menjelaskan tindakan ini dilakukan karena Ipong sering merusak kebaikan umum saat kambuh. “Kita berbuat demi kepentingan bersama karena tindakan Irfan membuat warga tak tenang. Syukur kami dapat mentransmisikan ke RSUD untuk rehabitasi mentalnya,” katanya.

Proses pengamanan tidak mudah karena Ipong terus terlibat dalam behavior agresif. Salah satu korban, Sufi, menemukan diri dipukul saat duduk di jembatan. “Saya duduk berdampingan saat minum kopi, tiba-tiba dipukul di pinggir muka,” ujarnya.

Tim Satpol PP Ciamis turun ke lokasi setelah laporan pemerintah desa tentang warga yang bersengaja mengamuk. “Kami membantu pengamankan Irfan berdasarkan ketidakpastian mentalnya. Setelah itu, ia dibawa ke ambulans untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Raden Ega Anggara Al Kaustar.

Kepala desa menegaskan kebutuhan untuk rehabitasi mental Irfan agar tidak terjadi kekhawatiran kedua. “Harap pemerintah segera memperlakukan Irfan dengan baik, supaya kondisi psikologisnya bisa kembali ke normal,” mengajukan ketentuan.

Ia berharap kehadiran program rehabilitasi dapat mencegah kecelakaan social seperti ini. “Jika ada orang mengalami gangguan mental, harap warga langsung melibatkan pihak terkait. Jangan biarkan masalah psikologis menjadi ancaman bagi kesejahteraan bersama,” kata Sufi kepada para pengunjung.

Pemuda tersebut diperkirakan memiliki risiko depresi yang tidak teratasi. Penanganan segera dilakukan untuk mencegah perilaku merusak. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis sekitar.

Irahan untuk masyarakat adalah untuk tidak menuju ancaman sosial saat mengalami kesulitan. Kesehatan mental bukanlah masalah terpisah, tapi menjadi bagian dari kesejahteraan umum. Semakin cepat kita mendampingkan orang yang mengalami gangguan psikologis, semakin besar peluang mereka bisa kembali ke normalitas. Harus menjadi kebiasaan kita membantu, bukan menjeritakan, karena kebaikan bersama yang harus menjadi prioritas.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan