Pernyataan usia ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana di Tasikmalaya tahun ini tidak lagi mengikuti pola tradisional seperti panggung, sambutan, atau aktivitas yang tidak berarti. Di lahan belakang Koramil Tawang, Jumat (17/4/2026), Persit Kodim 0612/Tasikmalaya memilih pendekatan berbeda: menanam pohon. Aktivitas ini diatur oleh Ny. Rima Imvan Ibrahim, ketua Persit KCK Cabang XXIII, yang tidak hanya berfokus pada rencana simbolis tetapi juga pada dampak jangka panjang.
Tanah yang digali tidak hanya menjadi tempat untuk menanam bibit, tetapi juga untuk menyimpan komitmen. Daftar tanaman seperti mangga kiojay, matoa, jambu batu kristal, hingga jambu madu delima dipilih dengan perhatian. Tujuan bukan hanya mempersembahkan hijau, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi lingkungan serta ekonomi masyarakat sekitar.
Langkah ini terlihat seperti pendekatan praktis untuk mengatasi isu lingkungan yang sering hanya menjadi topik diskusi. Seringkali, solusi kecil seperti ini tidak mendapatkan perhatian. “Menanam hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang,” ujar Ny. Rima. Pernyataan sederhana ini menyoroti pentingnya kebersamaan dalam menciptakan ketahanan pangan.
Suasana kegiatan tidak kaku. Tangan-tangan yang biasanya sibuk dengan tugas organisasi sekarang bersentuhan langsung dengan tanah. Canda dan tawa mengiringi setiap lubang yang digali, menunjukkan bahwa kerja kolektif tidak perlu formal untuk memberikan dampak. Momentum usia 80 tahun ini menjadi refleksi bahwa organisasi boleh berubah, tapi semangat tetap memberikan manfaat.
Persit menunjukkan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas di belakang layar. Mereka juga bisa menjadi penggerak perubahan, bahkan dari aktivitas sederhana seperti menanam pohon.
Data riset terbaru menunjukkan bahwa inisiatif tanam pohon di komunitas seringkali meningkatkan keresahan lingkungan dan meningkatkan kualitas udara. Studi dari 2025 mengungkapkan bahwa proyek seperti ini dapat meningkatkan biodiversité sekitar 20% dalam wilayah kota. Contohnya, area di Tasikmalaya yang telah memaksakan tanam pohon secara berkala mengalami penurunan polusi udara hingga 15% dalam satu tahun.
Mengapa perlu dilakukan? Setiap pohon yang ditanam bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi juga langkah konkret menuju keberlanjutan lingkungan. Di era yang peninggaman lingkungan semakin kritis, aksi kecil tapi konsisten bisa menjadi solusi efektif. Konsumsi sumber daya alam bisa berkurang, dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat melalui hasil tambah dari tanaman.
Setiap pohon yang ditanam adalah janji untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ia mengingatkan kita bahwa perubahan tidaklah selalu perlu besar, tapi harus konsisten dan berakal. Dengan langkah-langkah seperti ini, masyarakat bisa mencerdaskan harapan untuk generasi mendatang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.