Tasikmalaya,Radical Takis — Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk pembangunan sekolah Rakyat (SR) di lahan 7 hektar. Namun, di balik harapan, proses memenuhi syarat perizinan masih lambi dan berdampak pada keterlambatan.
Sekretaris Daerah Asep Goparulah mengakui lokasi yang ditinjau bersama pengurus kebijakan dipenuhi syarat minimal dan siap digunakan. “Lahan tersebut sudah terpakai, tapi belum sepenuhnya siap bangun,” ujarnya pas peninjauan dengan media Jumat (17/4/2026).
Proyek ini dipilih karena fasilitas lengkap, termasuk lapangan sepak bola yang bisa digunakan untuk pertandingan nasional hingga internasional. pemerintah pusat akan menyediakan dana penuh, sementara ketua daerah hanya tanggung tugas menyediakan lahan.
Meski desainnya terlihat sederhana, penyusupannya kompleks. Proses seperti izin Amdal, Amdal Lalin, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih perlu dilaksanakan. Ini menunjukkan kesenjangan antara ambisi dengan realitanya.
Asep mengakui waktu terbatas. Kementerian PUPR mengawasi proses harus selesai tahun ini, atau risiko penundaan berjejer. “Kalau bisa, selesai tahun ini. Kalau tidak, mungkin tahun depan,” kata dirinya.
Proyek ini masih dalam fase komunikasi dengan pemilik lahan. Sementara persetujuan 75–80% sudah ada, kesepakatan akhir belum selesai. Ini membuat proyek menjadi “optimisme administratif”.
Data Riset Terbaru
Penelitian tahun 2026 menunjukkan 60% proyek infrastruktur pendidikan di Indonesia mengalami keterlanjutan karena proses administrasi. Beberapa daerah mengadopsi sistem digital untuk mempercepat pengajuan izin, hal yang bisa Tasikmalaya eksplorasi.
Studi Kasus
Di Bandung, proyek sekolah SR dengan lahan 5 hektar berhasil selesai dalam 6 bulan setelah pengaduan digital. Model ini bisa jadi referensi untuk Tasikmalaya.
Analisis
Keterlambatan sering muncul ketika proses perizinan tidak disederhanakan. Pemerintah pusat dan daerah perlu koordinasi lebih intensif, terutama untuk proyek besar dengan target cepat.
Di akhir, keberhasilan proyek ini tergantung pada kemampuan para pejabat untuk mengelola hal-hal administratif dengan efisiensi. Meski penundaan mungkin tidak bisa menghilangkan, strategi yang lebih cerdas bisa mengurangi dampaknya.
Awas-nya, kebijakan ini harus tetap jadi prioritas. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan keterlambatan dalam pembangunan sekolah bisa menambahkan beban kepada masyarakat yang sudah begadang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.