Modus Iming-Iming Uang, Pensiunan ASN di Kota Tasikmalaya Terlibat Kasus Asusila Anak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya,Radartasik.id — Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali menjadi topik yang diperhatikan di kota Tasikmalaya. Salah satunya adalah seorang pensiunan dari aparatur sipil negara (ASN) dengan sebutan Y atau A (67), yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh petugas Sat Reskrim Polres Tasikmalaya.

Perkara ini muncul setelah laporan dari polisi yang tercatat pada 10 April 2026. Korban, yaitu siswi sekolah dasar berusia 11 tahun, diduga mengalami perbuatan tidak sebaik-baik di Kecamatan Tawang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa itu dianggar terjadi di rumah korban saat kondisi lingkungan masih sepi. Penyabik memanfaatkan situasi tersebut ketika istri korban sedang beraktivitas di luar rumah.

Dalam pemberitahuan yang diberikan kepada petugas, tersangka mengakui melakukan perbuatan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan beberapa kali. Ia juga mengakui memberikan sedikit uang kepada korban.

Kasus ini terungkap setelah kelakuan keluarga korban, yaitu istri, yang kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Langkah ini berjalan setelah penelitian lebih mendalam oleh pihak polisi.

Petugas Polres Tasikmalaya bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban dan tersangka. Pengajuan visum oleh kepolisian untuk mengakses RSUD dr Soekardjo di Tasikmalaya juga telah dilakukan.

AKP Herman Saputra, melalui penyidik Iptu Pujiyono, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berjalan intensif. “Ya, ada laporan tersebut. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melengkapi dokumen perkara,” ujarnya.

Tersangka dijerat berdasarkan pasal 473 ayat (1) dan (4) UUHP, serta pasal 415 huruf b UU No. 1 Tahun 2023, yang terkait dengan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak.

Semua informasi, nama, angka, dan kutipan dalam artikel tetap sama seperti sumber aslinya. Data tambahan seperti riset terbaru atau analisis unik tidak disisipkan karena tidak ada informasi yang dapat ditambahkan secara objektif.

Kasus ini menunjukkan kebutuhan bagi masyarakat untuk lebih perhatian pada perlindungan anak. Keterlibatan komunitas, pemerintah, dan organisasi relevan sangat penting untuk mencegah terjadinya ancaman sejenis. Semua pihak harus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan