Dapur MBG di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Masih dalam Proses

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

ProgramMakan Bergizi Gratis di Tasikmalaya Menuai Isu Isen

Kota Tasikmalaya mengalami perhatian akan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dioperasikan di dapur dapur. Meski aktivitasnya berjalan intens, masalah terkait izin justru dianggap tidak sepenuhnya diprioritas. Isu ini lebih terang saat Sajalur melakukan audiensi bersama Komisi III dan pihak terkait.

Seorang Wakil Ketua Komisi III, Anang Safaat, mengungkapkan bahwa saat pendirian dapur MBG masih bersatu dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, seiring waktu, tuntutan regulasi baru terus meningkat, seperti persetujuan PBG, LSF, dan SLHS. Hal ini menyebabkan mayoritas dapur—seperti 95% dari 112 yang beroperasi—belum memiliki izin lengkap.

Data terbaru menunjukkan bahwa hanya tiga dapur saja yang memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Anang mengklaim kondisi ini berisiko Serius. Kalau tidak ada IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan SLHS yang valid, standar kebersihan makanan tidak dapat dijamin. Risiko penyakit dari makanan tidak sehat bisa merendah keselamatan siswa.

Ketua Sajalur, Nanang Nurjamil, juga menilai dapur MBG tepat ini berada dalam kategori “carut-marut”. Meski 112 dapur berjalan, hanya tiga dapur yang memenuhi syarat penuh. Komisi III DPRD akan segera menyusun rekomendasi melalui satgas untuk mempercepat proses pengelolaan izin dan penelusuran lapangan, khususnya terkait pengelolaan limbah.

Kebijakan ini perlu diatasi cepat. Prakeran tanpa izin lengkap bisa mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Kehadiran fasilitas seperti IPAL bukan hanya formalitas, tapi faktor kunci untuk menjamin kualitas makanan.

Pemerintah dan instansi terkait harus prioritas mempercepat pengarnian izin dan melaksanakan pengecekan terdepan. Tanpa langkah ini, program MBG yang bertujuan mendukung nutrisi siwa akan kesulitan mencapai tujuannya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan