Masalah sampah berulang di Tasikmalaya, solusi mahal belum menyentuh akar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Thecuy.com – Aroma yang tidak terang kembali menyelami ruas-kelurahan di Kota Tasikmalaya, beberapa hari setelah Lebaran. Tumpukan sampah yang melonjak tidak hanya menjadi visul untuk musim, tetapi juga pengingat masalah yang masih mengeluk hingga kini.

Penanggulangan sampah di kota ini masih mengandalkan sistem yang kurang responsif. Warga merasa frustrasi karena keterlambatan pengangkutan dan kondisi lingkungan yang turun. Lokasi penyebaran sampah mencakup daerah pesisir dan dalam kota, serta instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Ciangir yang masih menghadapi kekurangan infrastruktur. Mesin utama di sana belum bisa beroperasi karena tidak terhubung listrik, meski anggaran sebesar Rp3,7 miliar telah di alokasikan.

Kebijakan pemerintah yang pendekpalingan—seperti pindah anggaran Rp3,6 miliar untuk kontainer dan kendaraan pengangkutan—menyala tanda inti, tetapi di lapangan, hasilnya masih terpinggirkan. Produksi sampah sekitar 120 ton per hari, sedangkan hanya 40 unit truk yang dikerjakan. Ketika ada kendala di armada, sistem pulih turun dan antrean di TPA Ciangir meningkat.

Ketua Komisi III DPRD, Anang Sapa’at, menyiratkan bahwa kualitas air lindi masih berbahaya. Ini adalah ironi bagi proyek yang berangka besar namun belum sepenuhnya efektif. Dinas Lingkungan Hidup, Sandi Lesmana, mengakui bahwa kendaraan yang tidak optimal tetap digunakan karena tidak ada alternatif.

Solusi terjangkau seperti pengurangan pembunuhan atau kampanye komunitas kecil tidak terprioritaskan. Fokus terlalu pada pembelian kendaraan baru, tanpa memperhatikan efisiensi operasional. Hasilnya? Sistem yang lebih mahal tapi kurang efektif.

Bagi kota ini, tantangan besar adalah mengubah kebiasaannya dalam mengelola sampah. Langkah kecil seperti pengelolaan sampah di rumah atau meningkatkan kapasitas TPA Ciangir bisa menjadi awal. Setiap masalah sampah yang terlewat menjadi beban bagi generasi mendatang.

Tidak ada waktu lebih baik lagi untuk bergerak. Solusi yang cerdas, kolaborasi komunitas, dan investasi yang berfokus pada keberlanjutan bisa membuka jalan bagi Tasikmalaya. Jangan biarkan sampah menjadi simbol ketidakberlanjutan, tapi menjadi peluang untuk membangun kota yang lebih sehat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan