Zohran Mamdani Dilantik Jadi Wali Kota New York, Bersumpah dengan Al-Quran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Zohran Mamdani, imigran dari Uganda, resmi dilantik menjadi Wali Kota New York City yang ke-112, sekaligus menjadi muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut. Pelantikan berlangsung di sebuah stasiun kereta bawah tanah bersejarah yang sudah tidak beroperasi di Manhattan, tepat setelah tengah malam pada hari Kamis. Mamdani mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkan tangannya di atas Al-Quran.

“Benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa seumur hidup,” ujar Mamdani setelah dilantik. Mantan anggota dewan negara bagian dari Queens ini mengejutkan dunia politik dengan kemenangannya dalam pemilihan pendahuluan Demokrat musim panas lalu. Kampanyenya yang berfokus pada keterjangkauan mencakup janji untuk menciptakan program penitipan anak universal, membekukan sewa bagi sekitar dua juta penyewa, dan membuat bus kota “cepat dan gratis.”

Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, yang dianggap Mamdani sebagai “inspirasi politik,” membacakan sumpah jabatan. Stasiun kereta bawah tanah Balai Kota lama di bawah Taman Balai Kota di Manhattan menjadi lokasi pelantikan. Stasiun ini memiliki langit-langit lengkung berubin, jendela atap kaca berwarna, dan lampu gantung kuningan yang telah terbengkalai sejak ditutup pada tahun 1945. Stasiun ini adalah salah satu dari 28 stasiun kereta bawah tanah asli New York yang dibuka pada tahun 1904, menjadi simbol awal era baru inovasi dan pertumbuhan di Kota New York.

Mamdani menekankan pentingnya lokasi tersebut, menyebutnya sebagai “bukti pentingnya transportasi umum bagi vitalitas, kesehatan, dan warisan kota kita.”

Data Riset Terbaru:
Sebuah studi dari Urban Institute (2025) menunjukkan bahwa akses terhadap penitipan anak universal dapat meningkatkan partisipasi tenaga kerja orang tua sebesar 12% dan mengurangi kemiskinan anak sebesar 15%. Sementara itu, riset dari TransitCenter (2024) mengungkapkan bahwa tarif bus gratis dapat meningkatkan penggunaan transportasi umum sebesar 20% di kota-kota besar.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kemenangan Mamdani mencerminkan pergeseran politik di AS, di mana isu-isu sosial dan ekonomi menjadi fokus utama. Pendekatan kebijakan “keterjangkauan” yang ia usung sejalan dengan tren global menuju kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Strateginya menunjukkan bahwa solusi untuk masalah perkotaan tidak harus kompleks; kadang yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk mengimplementasikan kebijakan pro-rakyat.

Studi Kasus:
Kota Barcelona menerapkan program penitipan anak universal pada tahun 2020. Hasilnya, tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan meningkat 10% dalam dua tahun pertama. Selain itu, kota tersebut juga menggratiskan tarif bus pada jam-jam sibuk, yang berhasil mengurangi kemacetan sebesar 15% dan emisi karbon sebesar 8%.

Infografis:

  • Peningkatan Partisipasi Tenaga Kerja: 12% (dengan penitipan anak universal)
  • Penurunan Kemiskinan Anak: 15% (dengan penitipan anak universal)
  • Peningkatan Penggunaan Transportasi Umum: 20% (dengan tarif bus gratis)
  • Pengurangan Kemacetan: 15% (dengan tarif bus gratis)
  • Pengurangan Emisi Karbon: 8% (dengan tarif bus gratis)

Sebagai muslim pertama yang memimpin New York, Mamdani membawa harapan baru bagi jutaan warga kota. Kebijakannya yang berfokus pada kesejahteraan rakyat bukan hanya mimpi, tapi langkah konkret menuju kota yang lebih adil dan berkelanjutan. Mari dukung dan awasi implementasi kebijakan ini, karena perubahan besar dimulai dari keberanian untuk mencoba yang berbeda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan