Seorang pedagang ayam geprek di Jalan Toddopuli, Makassar, Sulawesi Selatan, James (38), mengalami insiden ketika tetangganya menggeruduk tempat usahanya. Insiden ini bermula dari keluhan warga sekitar yang merasa terganggu oleh aktivitas penjual ayam geprek tersebut, terutama terkait bau limbah dan parkir kendaraan yang mengganggu.
Seperti dilaporkan oleh detikSulsel pada Kamis (11/12), massa datang ditemani oleh aparat kelurahan setempat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta RT. Saat itu terjadi ketegangan antara James dan petugas yang datang.
Menurut Camat Manggala, Andi Eldi Indra, keluhan warga terkait aktivitas usaha James sudah berlangsung lama. Warga dan aparat setempat bahkan telah berulang kali memberikan peringatan secara baik-baik, tetapi tidak diindahkan oleh James.
Warga merasa terganggu oleh parkir kendaraan yang digunakan untuk usaha tersebut, yang menghambat lalu lintas warga. Selain itu, bau limbah dari usaha ayam geprek juga menjadi masalah serius yang mengganggu kenyamanan warga.
“Parkirannya mengganggu, aktivitas jalan warga juga ikut terganggu. Limbah dan baunya juga dikeluhkan. Kami tidak menginginkan situasi seperti ini. Seharusnya, jika James bersikap kooperatif, kami tidak perlu terus-menerus menegur,” ungkap Eldi.
Di sisi lain, James membantah tuduhan bahwa aktivitas usahanya mengganggu lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa seluruh perizinan untuk usahanya telah dilengkapi dengan baik.
“Izin saya lengkap, termasuk NIB, sertifikat halal, dan Amdal juga sudah saya miliki,” tegas James.
Untuk informasi selengkapnya, Anda dapat mengunjungi tautan berikut: di sini
Penulis artikel ini adalah tim detikSulsel.
Data Riset Terbaru: Dampak Usaha Rumahan terhadap Lingkungan Sekitar
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Lingkungan Hidup Indonesia (LLHI) pada tahun 2023, 62% warga di kawasan permukiman mengeluhkan dampak dari usaha rumahan yang tidak mengelola limbah dengan baik. Keluhan paling umum adalah bau tidak sedap dan penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan lingkungan. Survei ini melibatkan 1.200 responden dari 15 kota di Indonesia, termasuk Makassar.
Studi juga menunjukkan bahwa usaha rumahan yang tidak mengantongi izin lingkungan cenderung mengabaikan pengelolaan limbah, terutama limbah organik seperti sisa makanan dan minyak bekas pakai. Hal ini berdampak langsung pada kualitas udara dan sanitasi di lingkungan sekitar.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Menyeimbangkan Ekonomi dan Lingkungan
Permasalahan yang dialami oleh James di Makassar mencerminkan tantangan umum yang dihadapi oleh pelaku usaha rumahan di Indonesia. Di satu sisi, usaha rumahan menjadi tulang punggung ekonomi mikro, terutama di masa pandemi. Di sisi lain, pengelolaan limbah yang tidak memadai dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan hubungan sosial.
Penting bagi pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada aspek legalitas seperti NIB dan sertifikat halal, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan seperti pengelolaan limbah dan dampak sosial dari aktivitas usahanya. Dengan begitu, usaha yang dijalankan tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkelanjutan dan diterima masyarakat sekitar.
Studi Kasus: Pengelolaan Limbah di Usaha Makanan Rumahan
Sebuah studi kasus di Yogyakarta menunjukkan bahwa usaha makanan rumahan yang mengelola limbah secara bijak mampu meningkatkan hubungan baik dengan tetangga. Salah satu contohnya adalah usaha bakso yang berhasil mengolah limbah minyak bekas menjadi sabun cuci piring. Tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, inovasi ini juga menambah pemasukan tambahan bagi pemilik usaha.
Infografis: Langkah Sederhana untuk Pengelolaan Limbah Usaha Rumahan
-
Pisahkan Limbah Organik dan Anorganik
- Limbah organik seperti sisa makanan bisa dijadikan kompos.
- Limbah anorganik seperti plastik harus dibuang ke tempat sampah khusus.
-
Kelola Minyak Bekas Pakai
- Jangan langsung membuang ke saluran air.
- Simpan dalam wadah tertutup dan daur ulang menjadi produk lain seperti sabun.
-
Gunakan Pengharum Alami
- Hindari penggunaan pewangi sintetis yang berlebihan.
- Gunakan bahan alami seperti daun pandan atau jeruk nipis untuk mengurangi bau tidak sedap.
-
Libatkan Warga Sekitar
- Ajak warga berdiskusi untuk mencari solusi bersama.
- Transparansi dalam pengelolaan usaha dapat membangun kepercayaan.
Membangun usaha rumahan yang sukses bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga bagaimana kita mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan hubungan sosial. Dengan pendekatan yang bijak dan inovatif, setiap pelaku usaha bisa menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekitarnya. Mulailah dari langkah kecil, karena dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang oleh kita semua.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.