Pintu masuk kawasan wisata di Pangandaran kini menjadi fokus utama penyelidikan Polres Pangandaran terkait dugaan penyimpangan pengelolaan setoran tiket masuk.
Kasus yang semula disebut sebagai “tiket palsu” ternyata tidak sesuai fakta di lapangan. Kepolisian telah mengklarifikasi bahwa permasalahan ini bukanlah tentang pemalsuan tiket, melainkan adanya indikasi manipulasi dalam transaksi retribusi oleh oknum petugas pemungut.
Kasat Reskrim Polres Pangandaran, AKP Idas Wardias, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mendalami dugaan penyalahgunaan penerimaan dari tiket masuk objek wisata. Ia menjelaskan bahwa sebagian dana hasil pungutan diduga tidak disetorkan ke kas daerah. Penyelidikan ini berawal dari penangkapan beberapa petugas oleh tim Saber Pungli pada 7 Juli 2025, karena diduga menarik retribusi di luar ketentuan yang berlaku. Dugaan kemudian berkembang menjadi temuan adanya manipulasi terhadap sistem setoran.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, pihak kepolisian telah memeriksa sekitar 20 orang saksi, termasuk juru pungut, pihak ketiga, dan pegawai dinas terkait. Modus yang digunakan oleh para pelaku adalah menggunakan akun ilegal berupa username dan password yang tidak terdaftar dalam sistem Mobile Payment Online (MPO).
Akun-akun tersebut tidak terhubung dengan dashboard resmi UPTD Pariwisata, sehingga transaksi yang dilakukan wisatawan—baik melalui tunai, QRIS, maupun mobile banking—tidak tercatat sebagai pendapatan daerah. Hal ini membuat sistem tidak mampu memantau pembayaran yang masuk, sehingga terjadi kebocoran penerimaan.
Hingga saat ini, nilai pasti dugaan kerugian negara belum dapat disampaikan oleh pihak kepolisian. Menurut Idas, penetapan angka kerugian adalah kewenangan Inspektorat. Polres Pangandaran telah beberapa kali mengirimkan surat permohonan audit investigasi, audit kepatuhan, dan permintaan hasil pemeriksaan, namun hingga kini masih menunggu tanggapan resmi. Hasil pemeriksaan dari Inspektorat sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk melakukan gelar perkara dan menentukan langkah selanjutnya.
Meskipun proses pengumpulan keterangan masih berlangsung, polisi belum melakukan penyitaan terhadap barang bukti fisik. Dokumen yang telah dikumpulkan sejauh ini masih berupa salinan.
Data Riset Terbaru
Berdasarkan studi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2023, sektor pariwisata menyumbang potensi kebocoran pendapatan daerah hingga 15% akibat sistem pungutan yang tidak terintegrasi. Sementara data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024 menunjukkan bahwa sektor pariwisata menjadi penyumbang PAD terbesar ketiga di Jawa Barat, dengan nilai mencapai Rp 2,3 triliun per tahun.
Analisis Unik dan Simplifikasi
Permasalahan di Pangandaran mencerminkan tantangan besar dalam pengelolaan destinasi wisata di era digital. Sistem pembayaran yang tidak terintegrasi menjadi celah rentan terhadap penyalahgunaan. Padahal, keberadaan sistem digital seharusnya menjadi solusi untuk transparansi dan akuntabilitas. Kasus ini mengungkap pentingnya sinkronisasi antara kebijakan, teknologi, dan sumber daya manusia dalam pengelolaan objek wisata.
Studi Kasus
Penggunaan akun ilegal oleh oknum petugas di Pangandaran menunjukkan lemahnya kontrol internal dalam sistem pungutan. Fakta bahwa transaksi tidak terhubung dengan dashboard resmi menjadi pelajaran penting bagi daerah lain dalam mengelola sistem pembayaran digital.
Infografis
- Jumlah saksi yang diperiksa: 20 orang
- Sistem pembayaran yang digunakan: Mobile Payment Online (MPO)
- Jenis pembayaran: Tunai, QRIS, Mobile Banking
- Status penyelidikan: Masih berlangsung
- Barang bukti: Belum disita
Perlu adanya reformasi menyeluruh dalam sistem pengelolaan destinasi wisata, mulai dari integrasi sistem pembayaran, peningkatan kapasitas SDM, hingga penguatan pengawasan internal. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan sektor pariwisata agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan secara optimal. Dengan demikian, sektor pariwisata benar-benar dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.