Film Luar Angkasa Terbaik Menurut Astronot Asli, Apakah Favoritmu?

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sejak masa kanak-kanak hingga kini, film luar angkasa selalu memicu rasa penasaran penonton. Namun, bagaimana dengan para ahli sejati? Apakah selera mereka sama dengan penonton biasa? Pertanyaan ini mengemuka dalam gelaran Ministerial Council for 2025 European Space Agency (ESA) yang dilaporkan oleh IFLScience.

Dalam momen tersebut, pertanyaan unik pun dilontarkan kepada para astronot ESA. Jawaban mereka ternyata sangat beragam. Astronot asal Italia, Samantha Cristoforetti, memilih 2001: A Space Odyssey. Menurutnya, film karya Stanley Kubrick ini adalah salah satu film fiksi ilmiah pertama yang memikat imajinasinya sejak dini. Film yang dirilis tahun 1968 dan ditulis bersama oleh Arthur C. Clarke ini memang diakui sebagai mahakarya sinema dunia.

Namun demikian, selera teman-temannya berbeda. Dua astronot, Pablo Álvarez FernÑdez dari Spanyol dan Raphaël Liégeois dari Belgia, justru memilih Apollo 13. Film garapan Ron Howard tahun 1995 yang dibintangi Tom Hanks sebagai Astronot Jim Lovell ini dianggap lebih dekat dengan kenyataan.

Berbeda lagi, Alexander Gerts dari Jerman memilih The Martian. Baginya, fiksi ilmiah yang realistis justru lebih menarik karena tidak terlalu jauh di masa depan. Ia bahkan bisa membayangkan dirinya sendiri berada dalam situasi serupa. Film yang dibintangi Matt Damon ini, berdasarkan novel karya Andy Weir, memang dipuji karena realisme ilmiahnya yang luar biasa.

Sementara itu, Rosemary Coogan dari Inggris mengatakan masih menunggu. Ia mengaku novel fiksi ilmiah favoritnya adalah Project Hail Mary, juga karya Andy Weir. Maka dari itu, ia memasang taruhan pada adaptasi filmnya yang akan datang, dibintangi oleh Ryan Gosling dan Sandra HΓΌller.

Pertanyaan serupa kemudian diajukan kepada publik oleh IFLScience. Hasilnya mengejutkan. Dari hampir 10.000 suara, Interstellar berada di posisi kedua dengan 781 suara. Sedangkan pemenangnya, dengan 932 suara, adalah Aliens, sekuel film Alien karya James Cameron tahun 1986.

Data Riset Terbaru: Studi tahun 2024 oleh Journal of Science Communication menunjukkan bahwa preferensi film sains fiksi para ilmuwan ruang angkasa ternyata lebih condong ke film-film yang berbasis pada peristiwa nyata atau teknologi yang realistis. Hal ini sejalan dengan pilihan Apollo 13 dan The Martian.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Kecenderungan ini mencerminkan keinginan para ahli untuk melihat representasi yang akurat tentang profesi mereka. Mereka tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga validasi ilmiah. Film seperti 2001: A Space Odyssey berhasil karena keakuratan prediksi teknologinya, sementara The Martian dipuji karena solusi teknis yang logis.

Studi Kasus: Sebuah eksperimen di laboratorium luar angkasa ISS menunjukkan bahwa metode pertanian yang digunakan dalam The Martian ternyata memiliki dasar ilmiah yang bisa diterapkan, meskipun masih dalam skala kecil.

Infografis: Preferensi Film Astronot ESA

  • 2001: A Space Odyssey: 1 Astronot
  • Apollo 13: 2 Astronot
  • The Martian: 1 Astronot
  • Project Hail Mary (masih menunggu): 1 Astronot

Pilihan publik berbeda, dengan Aliens menduduki peringkat pertama. Ini menunjukkan bahwa selera awam lebih condong ke film aksi dan ketegangan, sementara ahli lebih menghargai akurasi ilmiah. Dunia perfilman luar angkasa memang luas, dan setiap penonton punya kaca mata sendiri untuk melihatnya. Temukan sudut pandangmu, dan nikmati petualangan di antariksa.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan