Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pangan Kota Tasikmalaya Merasa Menjadi Kambing Hitam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Isu yang hangat saat ini mengenai penyalahgunaan jabatan dalam proses mutasi pejabat telah menyorotkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya. Pihak berwenang dari institusi tersebut, Kepala BKPSDM Gun Gun Pahlagunara, telah menyangkal adanya tuduhan jual-beli jabatan.

Pahlagunara, pria berambut putih yang dikenal gemoy, mengaku tidak pernah menerima informasi mengenai transaksi jabatan. Dia juga menegaskan bahwa pihak BKPSDM tidak pernah terlibat dalam praktik penempatan pejabat melalui jalur transaksional.

“Saya belum mendapatkan kabar terkait isu tersebut. Sejak awal, kami selalu menjalankan proses promosi jabatan dengan transparan,” katanya kepada media pada Senin, 10 November 2025.

Dari sisi teknis, Gun Gun menjelaskan bahwa BKPSDM terus berkoordinasi dengan wali kota dan wakil wali kota dalam setiap promosi jabatan. Namun, ketika masalah timbul, pihaknya seringkali menjadi sasaran kritik.

“Saya tidak bisa menyatakan dengan pasti apakah isu tersebut benar atau tidak. BKPSDM sering dijadikan sebagai peletak kerah, tetapi kami bekerja sesuai prosedur dan melibatkan baperjakat,” tuturnya dengan tegas.

Saat ini, pemerintah daerah mengimplementasikan sistem manajemen talenta sesuai arahan pemerintah pusat. Sistem ini dirancang untuk menghilangkan praktik yang berbau politik atau kepentingan pribadi dalam promosi jabatan.

“Dengan manajemen talenta, seleksi pejabat dilaksanakan melalui assesment dan didasarkan pada kompetensi, bukan karena hubungan politik. Meskipun belum sempurna, sistem ini sudah diterapkan di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Tasikmalaya,” jelas Pahlagunara.

Mengenai isu pejabat titipan, Gun Gun memandang hal tersebut tergantung pada interpretasi masing-masing.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa sistem manajemen talenta telah berhasil mengurangi kasus korupsi dalam penempatan jabatan di berbagai instansi pemerintahan. Namun, masih ada tantangan dalam penerapannya di tingkat lokal, terutama dalam membendung praktik-praktik tidak transparan.

Studi kasus di Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa adanya dukungan dari pemerintah pusat dan sosialisasi yang intensif dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sistem manajemen talenta. Infografis yang diterbitkan oleh BKPSDM menunjukkan bahwa 70% pejabat baru dipilih berdasarkan kompetensi, bukan hubungan pribadi.

Meskipun masih ada isu yang mengelilingi proses mutasi pejabat, sistem manajemen talenta telah menjadi langkah positif dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. Dengan semakin transparan dan akuntabel, masyarakat dapat berharap adanya perubahan yang lebih baik. Jaga ketertiban dan transparansi dalam penempatan jabatan agar Kota Tasikmalaya tetap maju dan terpercaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan