Sopir Bank di Surakarta Ditangkap atas Pencurian Rp 10 Miliar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sopir Bank Jateng cabang Wonogiri, yang bernama A, melakukan perbuatan berani dengan membawa uang tunai sebesar Rp 10 miliar. Tak lama setelah perbuatannya, A berhasil ditangkap oleh polisi di daerah Gunungkidul.

Menurut laporan dari detikJateng, A saat ini sudah kembali ke Solo setelah seminggu berusaha menyembunyikan diri di Yogyakarta. Ia telah bekerja sebagai sopir di bank tersebut sejak tahun 2018. Saat digelandang polisi ke Mapolresta Solo, A terlihat lesu dan tertunduk.

Selain A, polisi juga berhasil menahan dua orang lainnya. Mereka adalah saudara A dan seorang sopir ojek online yang dipercaya mengantarkan A ke Sleman. Kedua pria tersebut diduga menerima sebagian dari uang yang dicuri.

“Pada Senin, 8 September 2025, tim Resmob Polresta Surakarta bersama Resmob Jatanras Jateng berhasil menangkap seorang pelaku pencurian uang bank sebesar Rp 10 miliar,” ujar Panit Resmob Polresta Solo IPDA Irham Rhozan Al Fiqri kepada wartawan pada Senin (8/9/2025). Ia menambahkan bahwa dua orang lainnya yang diduga terkait dengan penerimaan uang juga sudah diamankan, dan penyelidikan masih berlanjut.

A ditangkap pada pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB saat sedang tidur di rumah persembunyian di Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Polisi juga berhasil menyita sebagian uang hasil pencurian, yang dikemas dalam karung berwarna putih.

Tindak pidana korupsi dan pencurian di sektor keuangan selalu menimbulkan dampak yang parah bagi masyarakat. Kasus ini mengingatkan kita tentang pentingnya pengawasan ketat dan kerjasama antara instansi untuk mencegah kejahatan serupa di masa depan. Kejadian seperti ini juga mengajarkan bahwa kepercayaan dan integritas dalam pekerjaan sangat krusial, karena pelanggaran hanya akan membawa konsekuensi yang berat bagi pelaku dan masyarakat.

Kasus pencurian besar-besaran seperti ini memang membutuhkan penanganan yang cepat dan tegas.:nil Semangat untuk mengembangkan integritas dan etika kerja dalam setiap bidang, karena hanya dengan cara itu kita bisa membangun masyarakat yang lebih adil dan aman.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan