Purbaya Percaya Diri Menjadi Calon Menkeu Pengganti Sri Mulyani

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan besar dalam Kabinet Merah Putih. Salah satu perubahannya adalah penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Prabowo menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa untuk menggantikan posisi Sri Mulyani, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Purbaya, setelah dilantik di Istana Negara, membagi tiga alasan yang membuat Prabowo memilihnya menjadi Menteri Keuangan.

Purbaya mengaku bahwa Prabowo memilihnya karena dianggap mampu memimpin sektor ekonomi dengan baik. Hal ini terlihat saat ia mengikuti agenda Sarasehan Ekonomi 2025 yang diselenggarakan pada Selasa, 8 April 2025. “Saya pernah mempresentasikan di acara itu, mungkin tampak bahwa saya cukup kompeten,” katanya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

Namun, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada alasan khusus untuk pengangkatannya ini, meskipun ia pernah terlibat dalam beberapa diskusi ekonomi.

Purbaya juga menerima tugas dari Prabowo untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8%. Ia berjanji akan berusaha keras untuk mencapai target tersebut. Menurutnya, saat ini perekonomian Indonesia mengalami penurunan, tetapi penyebabnya sudah dipelajari dan akan segera diperbaiki. “Kita akan mencoba mengejarnya. Sekarang ekonomi mulai melambat, tetapi kita telah memahami kelemahannya dan akan memperbaikinya. Itu tidak terlalu sulit,” katanya.

Ia menambahkan bahwa gejala perlambatan ekonomi sudah terlihat sebelumnya tetapi belum ditangani dengan cepat. Purbaya berharap bahwa dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, perekonomian Indonesia akan kembali sehat. “Tetapi, Anda akan melihat, mungkin dalam dua atau tiga bulan ke depan, perekonomian Indonesia akan terlihat cerah lagi,” ucapnya.

Diketahui, Purbaya memiliki pengalaman panjang di pasar saham selama lebih dari 15 tahun. Ketika Prabowo melantiknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,28% menjadi 7.766,84. Purbaya meresponsnya dengan tenang karena pemahaman dan pengalamannya yang luas di pasar. “Mungkin pasar tidak tahu, saya orang pasar. Saya sudah di pasar sejak tahun 2000, lebih dari 15 tahun,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

Menurut Purbaya, penurunan IHSG disebabkan oleh ketakutan pasar terhadap berbagai faktor. Dengan pengalaman dan tim yang solid, ia percaya bisa membalikkan keadaan dalam satu hingga dua minggu ke depan. “Saya sudah familiar dengan pasar, tim di sini juga kuat. Pak Anggito (Wamenkeu) sudah lama di pasar, Pak Thomas (Wamenkeu) sudah lama di sini. Suahasil (Wamenkeu) adalah teman saya sejak tahun 2000, kita pernah bersama mengajar di UI. Jadi, jika ingin diperbaiki atau dioptimalkan, kita memiliki alat yang cukup untuk bekerja sama,” tambahnya.

Perubahan dalam kabinet menunjukkan keinginan Prabowo untuk memperkuat ekonominya dengan mengambil langkah-langkah strategis. Purbaya, dengan pengalamannya yang luas, diharapkan dapat membawa kemajuan yang signifikan dalam bidang keuangan dan pasar saham. Perekonomian Indonesia, meskipun saat ini mengalami tantangan, harapkan dapat segera stabil dan kembali tumbuh dengan baik dalam waktu singkat.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan