Polisi Siapkan 2.852 Personel untuk Mengawal Demo Mahasiswa BEM UI di DPR Hari Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badai Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada hari ini. Untuk menjamin keamanan, sejumlah 2.852 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemda DKI telah siap mengawal kejadian tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan hal ini kepada para wartawan, Selasa (9 September 2025). Demo yang digelar BEM UI kali ini bertemakan “Rakyat Tagih Janji” dan bertujuan untuk menuntut penyerahan 17+8 Tuntutan Rakyat yang sebelumnya disampaikan kepada pemerintah.

Selain aksi BEM UI, akan ada serangkaian demonstrasi dari massa lain di beberapa lokasi strategis seperti Pospol Merdeka Barat dan salah satu kantor hukum di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat. Untuk mengantisipasi situasi ini, pengamanan di wilayah Jakarta Pusat dilengkapi dengan 1.364 personel gabungan.

Susatyo menegaskan, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional. Masyarakat dihimbau untuk menghindari area sekitar Gedung DPR RI selama aksi berlangsung agar tidak terjadi kemacetan. “Kami meminta pengertian masyarakat karena keselamatan dan kenyamanan bersama adalah prioritas utama kami,” ucapnya.

Pengamanan yang dilakukan oleh pihak berwajib dilakukan dengan pendekatan yang persuasif tanpa penggunaan senjata api. Polisi juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban. “Kami berusaha memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Penerapan pengamanan ini penting untuk menjamin kelancaran penyampaian aspirasi publik,” nyatakan Susatyo.

Demonstrasi massa seringkali menjadi wujud aspirasi masyarakat yang ingin disampaikan kepada pemerintahtah. Namun, penting juga untuk menjaga agar aksi tersebut tetap berlangsung dengan damai dan tidak menyulitkan orang lain. Keamanan dan ketertiban harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan publik.

Dalam kasus ini, upaya pengamanan yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Polri menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga stabilitas dan keteraturan di ibu kota. Selain itu, penyelenggaraan demonstrasi yang teratur dan terkontrol juga bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat umum tentang pentingnya menghormati hukum dan tata tertib.

Setiap warga negara memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat, tetapi juga harus bertanggung jawab atas tindakan mereka. Dengan demikian, demonstrasi seperti ini dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan kerusakan atau konfrontasi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan