Nelayan di Pangandaran Menangis di Tengah Pencemaran, Jaringan Tersumbat Sampah Lebih Banyak Ikan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Para nelayan di Pantai Timur Pangandaran menghadapi tantangan baru saat menarik jala mereka di sore Senin, 8 September 2025. Dedi, seorang nelayan berpengalaman sekian tahun, menuturkan bahwa aktivitas memancing tidak lagi hanya tentang mencari ikan, tetapi juga berperang melawan limbah plastik yang melimpah. Sampah seperti botol air mineral, potongan styrofoam, dan bungkus makanan instan sering terendam di jala bersama ikan. Ini tidak hanya membuat proses pemilahan lebih lama, namun juga mengganggu ekosistem laut seperti terumbu karang, tempat ikan bertahan hidup. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan semakin menipis, mempengaruhi penghasilan mereka.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2023 menunjukkan bahwa Pangandaran merupakan salah satu daerah dengan konsentrasi mikroplastik tertinggi, hanya kalah dari Pantai Batu Belig di Bali. Meski laporan tahun 2024 tidak lagi mencantumkan Pangandaran, nelayan setempat merasakan dampak negatif yang terus berlanjut. Ironisnya, Pantai Pangandaran dikenal sebagai tujuan wisata populer dengan pemandangan laut yang indah dan ikan segar, tetapi kini setiap perjalanan nelayan menjadi perjuangan melawan pencemaran.

Saat ini, para nelayan terpaksa menyerahkan waktu dan tenaga tambahan untuk memisahkan sampah dari hasil tangkapan mereka. Hal ini menguras waktu dan energi, sehingga mengurangi produktivitas. Dedi dan teman-temannya harus bekerja dengan hati-hati agar ikan tidak terluka, sementara plastik yang kusut diletakkan di sisi lain. Mereka berharap agar kesadaran lingkungan dapat diperbaiki, sehingga laut bisa kembali menjadi sumber kehidupan yang sehat.

Bagi para nelayan, perjuangan melawan sampah bukan hanya tentang kehidupan harian, tetapi juga tentang kelangsungan masanya. Mereka menginginkan dukungan dan tindakan serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi pencemaran laut. Hanya dengan kerjasama, laut dapat kembali menjadi tempat yang layak untuk dituntut.

Menghadapi krisis ini, nelayan di Pangandaran memerlukan solusi nyata. Tidak hanya dari segi pembersihan, tetapi juga dari pengelolaan sampah yang efektif dan konsisten agar laut kembali menjadi tempat yang sehat dan produktif. Semua pihak harus berpartisipasi untuk menciptakan perubahan positif, agar generasi mendatang masih bisa menikmati keindahan laut seperti yang mereka lamar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan