Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud) menggelar acara “Bincang Bersama Menteri Kebudayaan: Satu Tahun Kementerian Kebudayaan” bersama berbagai media massa di Restoran Danau Sentani, Senayan Park, Jakarta. Dalam acara tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya tindakan cepat dan kerja keras untuk mempercepat perkembangan kebudayaan nasional.
Fadli Zon menyoroti bahwa dalam bidang perlindungan kebudayaan dan tradisi, Kemenbud memfokuskan diri pada pengembangan direktorat yang berhubungan dengan warisan budaya, sejarah, museum, serta hak kekayaan intelektual dan pranata kebudayaan. “Saat ini, pencatatan warisan budaya hanya ada 228. Kita berharap jumlahnya dapat ditambah menjadi 60 lagi, dan beberapa di antaranya akan diverifikasi kembali dari tahun-tahun sebelumnya. Saya harapkan jumlahnya mencapai 300,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).
“Perencanaan Riset Kami masih banyak, namun kita terus berusaha dengan penuh semangat,” tambahnya. Kegiatan ini menjadi wadah bagi Menbud untuk membahas capaian yang telah diraih dalam setahun pertama sejak Kemenbud resmi dibentuk pada 21 Oktober 2024.
Acara ini juga menjadi kesempatan untuk mengungkapkan visi, kebijakan, dan langkah strategis yang telah dan akan dilakukan Kemenbud untuk mengukuhkan ekosistem kebudayaan di Indonesia. Selain itu, berbagai inisiatif kebudayaan yang telah dilaksanakan dalam setahun terakhir juga diulas, seperti pelestarian warisan budaya, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pengembangan kerjasama kebudayaan di tingkat nasional dan internasional.
Kemenbud menyatakan bahwa pembentukan lembaga ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan kebudayaan Indonesia, setelah selama hampir delapan dekade, urusan kebudayaan masih tergabung dalam kementerian lain. Dengan adanya Kemenbud, arah pembangunan kebudayaan menjadi lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Berbagai program unggulan juga telah diluncurkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam perkembangan kebudayaan, seperti pemberdayaan pelaku budaya daerah, pendidikan kebudayaan, dan penguatan diplomasi budaya di dunia.
Dalam kesempatan ini, Fadli Zon juga menyoroti kebutuhan peningkatan jumlah museum di Indonesia. “Museum di Indonesia saat ini hanya tercatat 481, dan kita akan terus menambahnya. Dalam setahun ini, saya telah meresmikan sekitar 15 museum baru, dan kita berharap di masa depan jumlahnya akan terus meningkat,” ujarnya. Selain itu, Kemenbud juga mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang Permuseuman di Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR).
Di sisi internasional, Kemenbud juga memperkuat kolaborasi melalui repatriasi benda budaya dan perjanjian kebudayaan dengan berbagai negara. “Kita juga melakukan repatriasi. Terbaru, kita berhasil memulangkan artefak Eugène Dubois berjumlah sekitar 30.000 potongan,” ungkap Fadli.
Meskipun menghadapi keterbatasan, Kemenbud mengedepankan semangat gotong royong dengan melibatkan komunitas, sektor swasta, dan masyarakat. “Program kami, meskipun terbatas, kita bangun semangat kerja sama antara komunitas dan skema public-private partnership. Saya juga mendorong dewan penyantun, khususnya dalam hal museum dan cagar budaya,” katanya. “Kita memerlukan partisipasi publik karena jika hanya mengandalkan APBN, pasti tidak cukup.”
Menanggapi pertanyaan terkait progres penulisan sejarah, Fadli menjelaskan bahwa proses tersebut masih dalam tahap editing oleh editor jilid dan umum. Setelah itu, akan dilakukan uji publik 1-2 kali sebelum diluncurkan pada 14 Desember mendatang, bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional.
Terkait narasi artefak Eugène Dubois, Fadli menjelaskan bahwa kedatangan artefak tersebut akan menjadi perhatian khusus Kemenbud, khususnya terkait narasi awal peradaban manusia purba yang berasal dari Nusantara. “Eugène Dubois menyebut dirinya sebagai ‘The Man Who Found the Missing Link’, sesuai dengan buku pertamanya. Ini menjadi dasar narasi awal peradaban yang seharusnya berpusat di Indonesia,” ujarnya. “Sehingga narasi utama dari semua ini adalah Indonesia merupakan peradaban tertua di dunia.”
Fadli Zon juga menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia luar biasa dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk dijaga dan dikembangkan. “Kebudayaan kita sangat kaya, kekayaan budaya yang luar biasa atau mega-diversity. Ada lebih dari 2.213 warisan budaya takbenda, ditambah 500 lainnya yang akan diumumkan,” katanya. “16 sudah diakui sebagai warisan dunia UNESCO, dan tiga lainnya yang akan kita usulkan, yaitu Tempe, Makyong, dan Jaranan.”
Fadli tidak lupa menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak. “Semua memerlukan kerja sama dari semua pihak sehingga keberadaan kebudayaan kita dapat benar-benar dirasakan,” tutur Fadli. Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, yang hadir mendampingi Fadli, menjawab pertanyaan terkait tindak lanjut Konferensi Musik Indonesia (KMI) yang akan membentuk Tim Kerja Bersama Pemajuan Ekosistem Musik Indonesia.
Tim tersebut diharapkan dapat menjadi dinamisator kebijakan dalam menciptakan ekosistem musik yang kuat di Indonesia. “Sesudah KMI, kita langsung membentuk tim kerja yang berasal dari berbagai elemen ekosistem musik Indonesia. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti pendidikan, sarana dan fasilitas, hingga musik tradisi,” ujar Giring. “Inti dari semuanya adalah kita berharap akan menghasilkan data yang dapat mengukur nilai ekonomi dari ekosistem musik kita.”
Momen satu tahun perjalanan ini memperkuat upaya Kemenbud untuk mengukuhkan fondasi ekosistem kebudayaan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Di masa depan, kementerian akan terus menggalakkan kolaborasi lintas sektor, memperluas partisipasi publik, dan memastikan bahwa kebudayaan menjadi sumber nilai, identitas, dan daya saing bangsa di tengah dinamika global.
Kebudayaan Indonesia memang telah menunjukan berkah yang luar biasa, dengan kekayaan warisan takbenda dan benda yang meliputi berbagai aspek kehidupan. Hal ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya sebagai penghuni planet ini, tetapi juga sebagai pelestari budaya yang kaya dan bersejarah. Mari kita bersama-sama menjaga dan membangun budaya yang ada agar dapat terus berdampak positif bagi generasi mendatang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.