IHSG Sesi I Merosot Setelah Sri Mulyani Menyelesaikan Jabatan Menkeu

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Selain mengalami fluktuasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan selama sesi perdagangan hari ini, Selasa (9/9/2025), setelah terjadi pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya resmi menduduki jabatan tersebut setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (8/9/2025).

Menurut data dari RTI Business, IHSG mengalami penurunan sebesar 1,66% hingga mencapai nilai 7.638,25 saat penutupan perdagangan sesi pertama. Awalnya, indeks ini sempat menunjukkan kenaikan kecil sebesar 0,17% sekitar pukul 09.05 WIB.

Dalam sesi perdagangan pertama, IHSG mencatat volume transaksi yang mencapai 23,13 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,07 triliun. Selain itu, frekuensi transaksi saham yang dilakukan sebanyak 1.571.845 kali.

Pada sesi perdagangan siang hari, mayoritas saham mengalami penurunan. Rinciannya, 510 saham mengalami kenaikan, 193 saham mengalami penurunan, dan 100 saham tetap stabil. IHSG sempat mencapai titik tertinggi 7.791,33 dan terendah 7.624,22.

Sri Mulyani Mengucapkan Terima Kasih dalam Pidato Terakhir

Sri Mulyani menyampaikan pidato terakhirnya setelah selesai menjabat sebagai Bendahara Negara. Acara tersebut diadakan di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda 1, Jakarta Pusat, Selasa (9/9). Dalam pidatonya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran kementerian dan menitipkan pesan penting agar integritas selalu dijaga. Selain itu, ia meminta agar privasinya dihormati setelah pensiun.

“Saya pamit undur diri pagi hari ini dan mohon mulai saat ini untuk kami dihormati ruang privasi kami atau ruang pribadi saya sebagai warga negara biasa,” ungkap Sri Mulyani usai serah terima jabatan di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025).

IHSG Menunjukkan Ketahanan di Tengah Eskalasi Demo

Selain pergantian menteri keuangan, IHSG juga memperlihatkan ketahanan meskipun lagu-lagu demo terus berlanjut. Hal ini menunjukkan resiliensi pasar modal Indonesia yang masih kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan eksternal. Investor tetap percaya pada prospek ekonomi negara, meskipun ada perubahan politis yang signifikan.

Berbagai analisis menunjukkan bahwa IHSG cenderung reaktif terhadap perubahan kebijakan ekonomi dan peristiwa politis. Namun, dengan adanya ketertiban dan stabilitas yang dipertahankan, pasar saham masih bisa beroperasi dengan baik.

Kesimpulan

Dalam kondisi yang penting seperti pergantian menteri keuangan, IHSG membentuk penurunan tapi tetap menunjukkan ketahanan di tengah tantangan. Hal ini membuktikan bahwa pasar modal Indonesia memiliki potensi yang kuat. Investor dan pelaku pasar dianjurkan untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi ekonomi dan politik, karena perubahan itu selalu dapat memengaruhi dinamis pasar. Tetaplah optimis, tetapi juga bermanfaat dalam mengambil keputusan yang cerdas.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan