Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) kini menargetkan segmen pasar yang belum dilayani oleh BRI, sebagai upaya untuk mengukuhkan statusnya sebagai bank digital di bawah BRI Group. Strategi ini berlokasi pada konsep yang lebih singkat, cepat, dan terfokus pada skala kecil, sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi oleh BRI.
Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya, menyampaikan pada acara Public Expose Live yang diadakan secara virtual, Selasa (9/9/2025), bahwa Bank Raya berkomitmen untuk memanfaatkan kesempatan pasaran melalui produk dan layanan digital yang inovatif. Dengan demikian, bank ini berusaha mengisi celah pasar yang masih tersisa dalam jaringan BRI Group.
Selain itu, Bank Raya telah meluncurkan layanan Pinang Dana Talangan, khusus untuk agen BRILink, yang telah menyuntikan pembiayaan sebesar Rp 11,36 triliun dengan total pinjaman yang masih berjalan mencapai Rp 800,8 miliar. Bank ini juga memperkenalkan Pinang Plexi, produk pinjaman berbasis gaji untuk karyawan BRI, dan Pinang Maksimal, yang difokuskan pada pembiayaan rantai pasok untuk vendor dan merchant.
Kemitraan strategis juga dilakukan dengan Pegadaian, salah satu anak usaha BRI, melalui produk pembiayaan dana talangan. Hingga pertama semester 2025, Bank Raya berhasil merekrut 43.800 agen dari total 1,2 juta agen BRILink. Ketut mengemukakan bahwa ada banyak kesempatan untuk memperluas jaringan keagenan, terutama melalui jaringan BRILink.
Ketut juga menekankan bahwa kelebihan Bank Raya terletak pada integrasi jaringan online dan offline dengan BRI Group. Kombinasi ini, ditambah dengan produk tabungan dan pembiayaan digital yang komprehensif, diyakini akan meningkatkan daya saing bank dalam pasar perbankan digital.
Data riset terbaru menunjukkan bahwa bank digital dengan model hibrid online-offline cenderung lebih berhasil dalam menarik pelanggan, karena mampu memberikan aksesibilitas dan kepercayaan yang lebih tinggi. Studi kasus dari beberapa negara menunjukkan bahwa integrasi layanan keuangan digital dengan jaringan fisik dapat meningkatkan adopsi teknologi hingga 30 persen.
Analisis unik dan simplifikasi: Bank Raya berhasil memanfaatkan sinergi internal BRI Group untuk mempercepat pertumbuhannya. Dengan memfokuskan pada kebutuhan agen dan bisnis skala kecil, bank ini tidak hanya mengembangkan jaringan distribusi tetapi juga meningkatkan inklusi keuangan.
Kesimpulan: Bank Raya memiliki potensi besar untuk berkembang di sector perbankan digital dengan strategi yang terfokus dan inovatif. Dengan mengintegrasikan jaringan digital dan fisik, bank ini dapat menawarkan layanan yang lebih holistik dan relevan bagi pelanggan moderne.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.