Pengusaha Ungkap Biang Keluh Biaya Logistik di Indonesia Masih Mahal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Biaya logistik di Indonesia masih merupakan salah satu tantangan terbesar, mencapai 14,2% dari PDB. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi biaya produksi, tetapi juga mengurangi daya saing produk lokal di pasaran internasional.

Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mengungkapkan bahwa biaya logistik saat ini telah mengalami penurunan dari 23,8% pada 2018. Namun, ketika mempertimbangkan biaya logistik ekspor yang tambahan 8,68% dari PDB, total biaya logistik Indonesia masih mencapai 23%.

“Dalam acara Future-Ready Supply Chains: Leveraging Indonesia’s Bonded Facilities for Global Growth, Shinta menjelaskan bahwa angka ini masih jauh di atas standar negara-negara maju, yang mencapai hanya 8-10%. Perbedaan ini menjadi bukti adanya masalah struktural dalam sistem logistik Indonesia.

Faktor-faktor seperti ketergantungan pada pelabuhan utama, konektivitas antarwilayah yang lemah, manajemen rantai pasok yang tidak efisien, fasilitas penyimpanan modern yang terbatas, serta birokrasi kompleks dalam ekspor-impor menjadi penyebab utama biaya logistik yang tinggi.

Untuk mengatasi hal ini, Apindo berkomitmen untuk menurunkan biaya logistik menjadi 8% dari PDB hingga 2045. Shinta menegaskan bahwa supply chain yang efisien merupakan kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan global.

Dalam rangka mendukung inisiatif ini, Apindo dan Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) menggelar diskusi tentang pentingnya fasilitas logistik berikat dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing. Utami Prasetiawati, Ketua Umum PPLBI, mengungkapkan bahwa PLB menjadi solusi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kepatisan dalam rantai pasok.

Contoh penerapan PLB telah terbukti efektif, terutama di sektor migas dan otomotif. Di industri migas, PLB membantu menurunkan risiko keterlambatan yang dapat menyebabkan kerugian jutaan dolar. Sementara di sektor otomotif, PLB memberikan fleksibilitas dalam manajemen rantai pasok just-in-time, menghemat biaya dan meningkatkan kepastian.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan investor, PLB dapat menjadi jembatan strategis untuk mengintegrasikan Indonesia dalam perdagangan global. Dengan terus memperkuat sinergi ini, Indonesia akan siap bersaing di level internasional.

Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai gerbang perdagangan global. Dengan memperbaiki sistem logistik, kita dapat mengoptimalkan peluang ini dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Saatnya merenovasi infrastruktur logistik untuk mendukung masa depan yang lebih cerah.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan