Dengan mendekatnya Ramadan, dapur-dapur warga di Tasikmalaya semakin merasa lebih mahal. Harga beras, cabai, dan minyak goreng semakin kenaikan. Di tengah gejolak ini, Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi solusi untuk warga yang mencari opsi berbelanja lebih ekonomis.
Lapangan Eks Terminal Muncang, Kawalu, menjadi pusat aktivitas sejak pagi. Di sana, produk seperti beras, minyak, daging ayam, dan bahan-bahan masak dijual dengan selisih harga Rp2.000 hingga Rp3.000 lebih murah dibanding pasar. Meski selisih kecil, rasanya berdampak signifikan bagi keluarga yang mempersiapkan untuk bulan merah.
Siti (43), ibu rumah tangga di Kawalu, menjelaskan kebutuhannya. “Kalau belanya banyak, ya ketagihan. Ini buat persiapan Ramadan,” kata sambil sepak-pak beras, minyak, dan daging. Daging ayam di pasar bisa mencapai Rp40.000 per kg, sedangkan di GPM hanya Rp38.000. Minyak Goreng Minyakkita tersedia 50 karton, beras 1,5 ton, tepung terigu 40 kg. Stok cepat, antrian panjang.
Bagi sebagian warga, GPM bukan hanya tempat belanja, tapi strategi bertahan hidup. Rudi (35) mensyaratkan, “Cabai dan bawang juga naik. Harus beli teratur, bukan sekali-sekali.”
Dari sisi pemerintah, ini dianggap bagian dari stabilisasi pasokan pangan. Fria Hayatin Nufus, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, menjelaskan permintaan meningkat karena kebutuhanbefore Ramadan. “Ketersediaan tetap aman, meski adanya fluktuasi,” ujarnya.
GPM tetap menjadi latar belakang penting. Setiap penyelenggaraan bisa menghasilkan omzet Rp20 juta sehari, dengan rata-rata belanja minimal Rp100.000 per warga. Namun, tahun ini jumlah GPM dibatasi hanya 14 kali, jauh lebih dari 60 kali tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh efisiensi anggaran dan dampak dana transfer pusat ke daerah.
Situasi ini menunjukkan realitas yang kompleks. Meskipun pemerintah berusaha mengatur, ketergantungan masyarakat pada GPM tetap tinggi.
Dampak harga naik memicu ketegangan, tapi juga kreativitas masyarakat dalam memasang kebijakan. GPM membuktikan bahwa solusi lokal bisa menjadi alternatif penting. Masa depan memerlukan kolaborasi lebih intens antara warga dan pemerintah.
Ramadan nantinya mungkin jadi ujian besar bagi semua pihak. Harus dihadapi dengan persiapan cerdas, tidak hanya dalam menghadapi harga, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan program sosial seperti GPM. Semakin awal persiapan, semakin penting mencurahkan energi untuk menciptakan solusi yang benar-benar berkesan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.