Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan bahwa program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran (Unpad) tidak hanya memfokuskan pada aspek teoritis, tetapi juga menitikberatkan pada manfaatnya bagi masyarakat. Keterangan ini disampaikan saat menjelaskan kegiatan melepaskan 57 tim TEP dari Unpad yang akan melakukan penelitian dan pengabdian di 154 kawasan transmigrasi selama empat bulan, di Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (22/8/2025).
Dia menegaskan bahwa peran mahasiswa Uniiversitas Padjadjaran lebih dari sekadar menjadi akademisi. Mereka diharapkan dapat turun langsung ke lapangan, bergaul dengan masyarakat, dan memanfaatkan ilmu bagi perkembangan nasional. “Peran akademisi tak hanya berhenti di kelas. Ilmu harus di Medicine untuk pembangunan,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/8/2025).
Iftitah juga menekankan bahwa penelitian yang berbasis data harus menjadi fondasi utama dalam menentukan kebijakan. “Dari data, kita ciptakan kebijakan, lalu kebijakan menjadi kemajuan. Tanpa riset, pembangunan hanya bermisal. Melalui Ekspedisi Patriot, kami mengirimahkan sumber daya manusia unggul untuk mengkaji potensi wisata dalam kawasan transmigrasi,” jelasnya.
Program transmigrasi saat ini bukan lagi hanya tentang pindah penduduk. Hal tersebut akan difokuskan untuk mengembangkan industri berdasarkan potensi daerah di 154 kawasan transmigrasi. “Sebelum tujuan penduduk baru hadir, masyarakat setempat harus terlebih dahulu dirampungkan. Baru kemudian transmigran diharapkan bekerja di industri yang baru. Di sini peran mahasiswa sebagai Tim Ekspedisi Patriot sangat krusial,” ungkapnya.
Dalam penutup sambutannya, menteri tersebut mengimbau mahasiswa Unpad untuk berangkat dengan semangat dan hati yang rendah hati. “Berangkatlah dengan semangat patriotisme ilmu pengetahuan. Jadilah inovator dan harapan bangsa. Ingat, ilmu adalah senjata terkuat untuk membangun negeri,” kata Iftitah.
Sementara itu, Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan, juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Kementerian Transmigrasi kepada mahasiswa Unpad. “Ini kesempatan yang jarang. Mahasiswa akan melakukan survei dan memetakan komoditas lokal sebagai dasar pembangunan. Di sinilah Unpad menunjukkan kontribusinya dalam menjawab tantangan masyarakat. Semoga program ini terus berlangsung dan membawa manfaat bagi rakyat,” ujarnya.
Jadi, penggunaan ilmu bersama dengan pemikiran kritis akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan dapat memajukan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan damai sociétés yang sejahtera.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.