SoftBank investasikan Rp 32 Triliun ke Intel

dimas

By dimas

SoftBank memiliki rencana untuk menyuntikan modal sebesar US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 32,4 triliun (dengan kurs Rp 16.200) ke perusahaan chip Amerika, Intel. Investasi tersebut dilakukan melalui pembelian saham biasa dengan harga US$ 23 per lembar, sedikit di bawah nilai penutupan saham Intel pada hari itu yang mencapai US$ 23,66.

Berita ini langsung menggerakan pasar, memantapkan saham Intel naik sekitar 6% hingga mencapai level US$ 25. Melalui investasi ini, SoftBank sekarang menjadi pemegang saham terbesar keempat di Intel.

Gerakan ini diinterpretasikan sebagai dukungan bagi Intel, yang selama ini terkendala dalam mengelola kesempatan besar yang ditawarkan oleh industri kecerdasan buatan (AI) di sektor semikonduktor canggih.

CEO Intel, Lip-Bu Tan, mengungkapkan, “Saya dan Masayoshi Son telah bekerja sama selama bertahun-tahun, dan saya sangat menghargai kepercayaan yang ia berikan kepada Intel melalui investasi ini.” (CNBC, Selasa, 19/8/2025).

Meski pada tahun lalu saham Intel mengalami penurunan drastis sebesar 60%, menjadi salah satu tahun terburuk dalam sejarah perusahaan di bursa, namun sejak awal 2025, sahamnya telah naik 18%, didorong oleh perubahan kepemimpinan. Lip-Bu Tan telah mengambil alih posisi CEO sejak Maret, menggantikan Pat Gelsinger yang diberhentikan pada akhir tahun sebelumnya.

Posisi Intel kini semakin penting dalam persaingan global semikonduktor. Pemerintah AS memandang perusahaan ini sebagai satu-satunya pabrik chip canggih di Amerika. Namun, unit bisnis foundry mereka tetap mengalami kesulitan dalam menarik klien besar.

Bulan lalu, Intel mengumumkan penundaan investasi lebih lanjut hingga adanya pesanan nyata dari mitra bisnis. Padahal, Lip-Bu Tan baru saja bertemu dengan Presiden Donald Trump beberapa pekan lalu, setelah presiden tersebut mengajukan permintaan pengunduran dirinya. Pemerintah AS bahkan mengkaji kemungkinan membeli saham Intel sebagai bagian dari strategi nasional di sektor chip.

Langkah investasi ke Intel semakin mengukuhkan SoftBank sebagai pemain besar di dunia chip dan kecerdasan buatan. Setelah membeli perusahaan desain chip Arm pada 2016 dengan nilai US$ 32 miliar (nilai saham saat ini hampir mencapai US$ 150 miliar), SoftBank juga mengumumkan rencana akuisisi Ampere Computing seharga US$ 6,5 miliar pada Maret tahun ini.

Tak henti di situ, SoftBank juga terlibat dalam proyek infrastruktur AI bernama Stargate, yang diumumkan oleh Presiden Trump awal tahun ini, bersama OpenAI dan Oracle. Ketiganya berkomitmen menggelontorkan dana awal sebesar US$ 100 miliar, dengan potensi mencapai US$ 500 miliar dalam waktu empat tahun ke depan. Selain itu, SoftBank juga memimpin putaran pendanaan sebesar US$ 40 miliar untuk OpenAI, rekor tertinggi dalam sejarah pendanaan swasta di industri teknologi. Masayoshi Son, pendiri SoftBank, menyatakan bahwa investasi ke Intel menunjukkan keyakinannya bahwa industri manufaktur chip canggih akan terus berkembang di Amerika.

Pertumbuhan teknologi AI dan chip semakin intensif, dan investasi SoftBank ke Intel bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat posisi AS dalam pasar global semikonduktor. Dengan dukungan pemerintah dan sentimen positif pasar, Intel memiliki kesempatan emas untuk meraih kembali keunggulan di industri. Inovasi dan kolaborasi seperti ini akan mendorong perkembangan teknologi yang lebih maju, memungkinkan lebih banyak pencapaian dalam era digital masa depan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan