Peringatan KPK DPRD Sidoarjo: Kesalahan Magetan Menjadi Contoh Perbaikan Pokiran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

KPK memperingatkan DPRD Sidoarjo untuk memperkuat pencegahan korupsi melalui pengelolaan pokir dan narasumber. Langkah ini harus menjadi upaya mendukung transparansi dan akuntabilitas sistem anggaran daerah, bukan hanya formalitas administrasional. Kehadiran kasus korupsi di Magetan menjadi peringatan bagi pemerintah daerah, termasuk Sidoarjo, bahwa rekomendasi KPK melalui Korsupgah wajib diwujudkan dengan kesadaran penuh.

Kasmuin, direktur CePad Indonesia, menekankan kasus Magetan menunjukkan ancaman bagi sistem pengelolaan anggaran. Ia menyoroti pentingnya menjaga kelancarannya, bukan hanya menghentikan aktivitas pokir sementara. “Kebijakan harus transparan dari usulan hingga pengawasan,” kata Kasmuin, 27 Juni 2026. Penghentian pokir tanpa revisi total proses dapat menewaskan ancaman.

Analisis kasus Magetan menunjukkan penyimpangan bisa mulai dari perencanaan hingga penerimaan dana. Kasmuin menyarankan penyalian proses pokir bagi masyarakat. “Publik perlu mengetahui detail dana, seperti siapa usulnya, berapa nominalnya, hingga cara eksekusi. Keterbukaan akan mengurangi risiko penyimpangan,” penegasnya.

DPRD Sidoarjo membuka kerangka perbaikan>.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan