Predikat WTPTidak Menjadi Jaminan Sejahtera Warga Kota Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya berhasil memperoleh WTP untuk 10 kali berturut-turut serta mengurangi jumlah temuan BPK pada LKPD 2025. Keterangan positif ini dinilai tidak boleh menjadi dasar untuk memuaskan diri secara total. Myftah Farid, Kepala Generasi Muda NU Kota Tasikmalaya, menilai keberhasilan ini menunjukkan peningkatan ketertiban dalam penyusunan laporan keuangan daerah. Namun, dia mengingatkan bahwa aprosiasi harus tetap kritis. Apakah tata kelola yang lebih tertib sejalan dengan kualitas hidup masyarakat?

WTP hanya memastikan laporan keuangan sesuai standar akuntansi, bukan mengukur efektivitas program atau dampak sosial. Memungkinkan anggaran tetap dilaksanakan tanpa temuan, meski programnya mungkin tidak sesuai target. Myftah也质疑, apakah penurunan temuan BPK sebenarnya mencerminkan perbaikan atau hanya dimanfaatkan untuk memenuhi ekspektasi. Tantangan besar tetap ada: kemiskinan, pengangguran, pelayanan publik yang kurang optimal, dan kebutuhan infrastruktur.

Synergi pemerintah daerah dan DPRD diperlukan untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK. Meski peningkatan administratif terlihat nyata, daya respon sosial masyarakat masih perlu diperiksa. Bahkan, fokus hanya pada menghindari temuan BPK bisa mengakibatkan pengelolaan anggaran menjadi terlalu aman, sehingga pembangunan berpotensi terhambat.

Perlu diperhatikan keseimbangan antara efisiensi administratif dan realisasi program yang bermakna. Transparansi dan accountability dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci agar pencapaian WTP tidak menjadi simbol sengaja. Pemerintah harus tetap fokus pada dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya pada skor administrasi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan