TPS LiarTerus Muncul di Tasikmalaya, Spanduk Larangan Ditemukan Hanya sebagai Hiasan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya masih menghadapi tantangan klaster sampah yang tidak teratur meski pemerintah terus berusaha. Tempat pembuangan sampah ilegal (TPS liar) tetap muncul di berbagai area, seperti Jalan KH Tubagus Abdullah di Sukaasih. Meski di sana sudah disediakan fasilitas, sampah terus mengumpul di luar kontainer hingga mengganggu jalan.

Pemerintah Tasikmalaya terus melakukan pembersihan rutin di lokasi strategis seperti Jalan Swaka, Maksudi, serta Sutoko. Feri Arif Maulana, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, menekankan bahwa kesuksesan membatalkan TPS liar tergantung aktivitas masyarakat. “Memisahkan sampah organik dan nonorganik serta memanfaatkan tempat pembuangan yang ada adalah kunci,” katanya.

Data terbaru menunjukkan bahwa 65% masyarakat masih tidak memahami pentingnya pemisahan sampah. Ini menjadi alasan utama mengapa TPS liar terus muncul. Sebagai solusi, wali kota Tasikmalaya mengajukan program edukasi intensif melalui media sosial dan sidikjari di lapangan.

Studi kasus dari kota Bandung menunjukkan penurunan TPS liar sebesar 40% setelah mengimplementasikan sistem pemisahan sampah di level desa. Infografis menunjukkan bahwa area dengan educasi rutin mengalami penurunan sampah ilegal hingga 50% dalam satu tahun.

Setiap warga dapat menjadi penanda positif dengan ikut aktif dalam program pemisahan sampah dan memanfaatkan fasilitas TPS yang ada. Dengan kolaborasi rumahan, kota Tasikmalaya dapat membentuk lingkungan yang lebih sehat dan bersih, menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan