Pemkot Tasikmalaya Sukses Mengambil Opini WTP Kesepuluh Kalinya dari BPK

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya terus memastikan kinerjanya yang baik dalam pengelolaan keuangan daerah selama sepuluh tahun terakhir. Pada 2025, pemerintah lokal berhasil mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) untuk LKPD tahun ini. Hasil ini dikirim langsung di Bandung pada 9 Juni 2026 kepada pimpinan daerah yang telah menyelesaikan proses audit.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menekankan bahwa prestasi ini bukan cuma honors administrasi. Ia menjelaskan bahwa setiap anggaran harus memberikan manfaat konkret bagi rakyat. “Kami akan terus meningkatkan disiplin dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran,” ujarnya.

Kota Tasikmalaya tidak pernah kehilangan WTP sejak 2017. Keberhasilan ini didorong oleh kerjasama antar perangkat daerah dalam menjalankan pemerintahan yang transparan. “Kami berkomitmen untuk menjaga ini sambil terus memperbaiki kualitas layanan publik melalui pengelolaan keuangan yang akuntabel,” katanya.

Kepala Perwakilan BPK RI, Eydu Oktain Panjaitan, menerima dokumen LHP di auditorium BPK RI. Pimpinan daerah di Jawa Barat jugaûtehadir dalam acara ini.

Membangun kepercayaan rakyat menjadi prioritas. Pemkot Tasikmalaya akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas. “Setiap rupiah harus dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Viman.

Dengan WTP sebagai landasan, kota ini berencana memperdalam integrasi teknologi dalam keuangan. Digitalisasi anggaran bisa menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi.

Sukses Tasikmalaya menjadi contoh bagi daerah lain. Konsistensi dalam melaksanakan ketentuan anggaran menunjukkan kemampuan untuk mengelola fondasi finansial daerah.

Berkualitas pengelolaan keuangan tidak cuma manfaat pemerintah. Rasio keteruangan masyarakat meningkat ketika anggaran terdistribusi secara efisien. Transparansi menjadi kunci untuk mencegah korupsi.

Pemerintah lokal harus terus beradaptasi terhadap tantangan ekonomi. Hukum keuangan yang jelas dan pelaksanaan disiplin menjadi fondasi.

Ke depan, Tasikmalaya akan fokus pada inovasi pengelolaan anggaran. Pelatihan untuk aparat daerah dan penggunaan sistem digital diperlukan.

Transparansi keuangan tidak cuma persoalan pemerintah. Rakyat juga perlu memahami pentingnya anggaran.

Kita semua berperan dalam memastikan anggaran digunakan dengan benar. Akuntabilitas mulai dari tingkat terendah hingga tinggi.

Kesuksesan Tasikmalaya bisa jadi motivasi bagi daerah lain. Konsistensi dan ketelitian menjadi kunci untuk mendapatkan WTP.

Setiap tahun, BPK RI menguji keuangan daerah. Tasikmalaya terus lolos dengan cepat. Ini membuktikan kesiapan pemerintah lokal.

Bangun kepercayaan rakyat melalui keuangan yang terang. Transparansi bukan cuma untuk BPK RI.

Kinerja keuangan daerah harus mendukung pembangunan nasional. Anggaran yang efisien akan meningkatkan kualitas layanan.

Kita harap Tasikmalaya bisa menjadi referensi untuk daerah lain. Prestasi WTP menunjukkan kemampuan manajemen.

Kami mengingat, anggaran adalah narasi keberhasilan masyarakat. Pengelolaannya harus akurat dan inklusif.

Transparansi keuangan bukan cuma untuk audit. Ini adalah komitmen untuk rakyat.

Kita harap pesan ini bisa mendorong pemerintah lain untuk meningkatkan keuangan daerah. Konsistensi adalah kunci.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan