Ponpes Al-Kautsar Melaksanakan Bidik Pengembangan Industri Sutra dari Hulu ke Hilir di Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Industri tenun sutra di Tasikmalaya sangat bergantung pada bahan baku yang dikemas dari luar wilayah. Hal inilah yang mendorong Fondasi Pesantren Al-Kautsar 561 untuk mulai menciptakan padian tanaman murbei.

Humas Ponpes Al-Kautsar 561, Dudung, menjelaskan bahwa padian ini memiliki luas satu hektar. Hasil tanaman ini akan dimanfaatkan sebagai pengasupan pakan untuk larva sutra, yang diharapkan menghasilkan kokon sebagai bahan utama pembuatan benang sutra.

Program pengembangan ini didukung oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari usaha meningkatkan ekonomi berbasis pertanian dan industri sutra di Tasikmalaya. Tujuan adalah untuk membantu industri tenun sutra lokal yang masih berharap sumber bahan baku dari luar.

Dudung menerangkan bahwa di awal, produksi utuh dari budidaya hingga tenun belum terorganisasi. Meski industri tenun sutra sudah lama berkembang, budidaya padian sisa sutra tidak terlaksanakan sehingga rantai produksi tidak lengkap. “Saya sengaja meminta untuk memulai dari hulu hingga hilir di Tasikmalaya. Pasutren Al-Kautsar siap untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat agar tujuan tersebut tercapai,” ujarnya.

Pembangunan ini juga mencakup dukungan untuk pengolahan dan tenun yang sudah ada. Peluang pasar yang besar diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan sektor ini secara lebih luas.

Dudung menekankan bahwa kebutuhan bahan baku sutra masih sangat besar. “Saat ini, Tenun Pak Kendra terus didukung. Jadi, mungkin sutra ini bisa menjadi ikonik dan produk unggulan yang kunci untuk Tasikmalaya,” kata dirinya.

Menjadi solusi, pendanaan padian murbei tidak hanya untuk budidaya, tetapi juga mendukung jaringan produksi mentah hingga produk akhir. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dan meningkatkan kapasitas ekonomi lokal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan