Jadi bagian dari sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, pendaftar calon murid baru yang membludak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

SMAN 1 Pagerageung mulai memperkuat kehadirannya di Tasikmalaya. Sekolah negeri baru di Kecamatan Pagerageung telah memulai penerimaan peserta baru untuk tahun ajaran pertama. Yanyan Suryana, ketua tim penataan pendidikan, menjelaskan bahwa pendirian sekolah terus berlangsung. Saat ini, izin operasional masih dalam proses, meskipun sekolah sudah dapat menggunakan NPSN untuk menjalankan berbagai layanan pendidikan secara administratif.

Ketika tahun pertama bermula, SMAN 1 Pagerageung menyiapkan kuota untuk 108 siswa dalam tiga kelompok belajar. Namun, minat masyarakat sangat besar. Hingga saat ini, jumlah pendaftar sudah mencapai 331 orang, sebagian besar berasal dari Pagerageung dan sekitarnya.

Masa ini, karena belum ada gedung permanen, kegiatan sekolah akan berlangsung secara sementara di lokasi Yayasan Al Muawanah, Cijeruk, di desa Pagerageung. Pembangunan sekolah direncanakan selesai dalam enam bulan.

Yanyan mengakui ada keteguan masyarakat terkait kesiapan sarana. Untuk mengaturnya, pihaknya terus menyebarkan informasi bahwa pembangunan berjalan dan sekolah siap beroperasi sesuai rencana. Ia juga mengajak calon siswa menjadi bagian dari sejarah sebagai angkatan pertama.

Rinanto, ketua pendirian, mengakui bersyukur atas dukungan masyarakat yang memungkinkan pencapaian ini. Ia mengapresiasi partisipasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Kukuh Fachrur Rohman Ali, panitia pendirian, mengalami bahwa SMAN 1 Pagerageung adalah hasil kerja keras masyarakat selama tiga tahun terakhir. Harapannya sekolah akan berkembang menjadi unggulan di Tasikmalaya.

Camat Pagerageung, Nandang Heryana, memandang kehadiran SMAN 1 Pagerageung sebagai langkah strategis. Ia berharap ini dapat memperluas akses pendidikan menengah atas serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Heri Kusdiana, tokoh masyarakat, menyatakan keberadaan sekolah ini adalah impian yang lama. Menurutnya, ini hasil doa dan perjuangan bersama semua elemen masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan.

Data terbaru menunjukkan bahwa pendirian sekolah di daerah terpencil meningkat sebesar 20% dalam lima tahun terakhir. Model ini bisa menjadi referensi untuk daerah lain yang ingin memperluas akses pendidikan.

Secara kasus, SMAN 1 Pagerageung mengikuti konsep sekolah yang didorong oleh komunitas, seperti yang berhasil di Provinsi Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi lokal menjadi kunci keberhasilan.

SMAN 1 Pagerageung membuka peluang baru untuk masyarakat. Dengan dukungan setempat, sekolah ini bisa menjadi contoh pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. Generasi muda di sini di ajak menjadi bagian dari masa depan yang lebih baik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan