Komisi II DPRD Kota Banjar Desak mengatasi kendala administratif dalam pendirian Koperasi Merah Putih

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Problema pengadaan lahan menjadi penghalang utama dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kota Banjar. Komisi II DPRD Kota Banjar menyoroti kekurangan infrastruktur ini sebagai cecang yang mematikan, memperkuat kebutuhan Perdaan untuk menyelesaikan masalah secara segera. Ketua Komisi II, Rossi Hernawati, menyarankan kerja sama lebih intensif antara instansi terkait seperti Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP), Dinas Permukiman (DLH), serta lembaga desa/kelurahan.

Transparansi dalam proses pengadaan lahan dan perencanaan rinci dianggap kritis untuk menghindari masalah hukum. Rossi menekankan bahwa pembangunan fisik tidak cukup; kritisnya juga dalam penguatan kelembagaan dan kapasitas manajemen koperasi. Hasil hingga saat ini, dari 25 KDMP/KKMP yang dibentuk, hanya 6 sedang dibangun sementara 19 lainnya masih terjebak di masalah lahan.

Data terbaru menunjukkan bahwa 70% dari kendala dalam pembangunan KDMP/KKMP berasal dari proses administratif yang rumit. Studi lokal menunjukkan koperasi dengan administrasi terorganisasi tendensi lebih cepat beroperasi. Contohnya, daerah yang mempercepat koordinasi antarinstansi berhasil meningkatkan jumlah koperasi yang beroperasi 20% dalam satu tahun.

Pembangunan koperasi tidak hanya menciptakan fasilitas fisik, tapi juga mendorong pembangunan ekonomi di tingkat rumput. Koperasi yang berhasil memanfaatkan sumber daya lokal sering menjadi pusat peluang usaha baru. Untuk itu, pemerintah harus fokus pada pembinaan manajemen yang memfokuskan pada keterampilan dan kesadaran warga, bukan hanya pembangunan gedung.

Kemampuan koperasi beroperasi secara mandiri menjadi indikator penting bagi masyarakat yang terpakat dalam ekonomi lokal. Dengan mempersingkatkan biaya administrasi dan memberikan dukungan teknis yang tepat, pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang lebih propus untuk berkembang biaknya. Penerapan strategi ini di daerah lain menunjukkan potensi peningkatan 30% dalam aktivitas ekonomi rakyat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan