Pemuda Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya: Pertajam Arah Gerak Organisasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah di Tasikmalaya menyelenggarakan Seminar Milad ke-94 dengan tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Raya” pada 17 Mei 2026. Acara ini merupakan bagian dari rencana peringatan keberadaan milad ke-94 organisasi yang dihadiri Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Tasikmalaya Cecep Fikri Pajar P SM serta tim pimpinan daerah.

Celakan ini dirancang untuk menjadi penguatan arah kerja kader di masa mendatang. Ketua PDPM Tasikmalaya Cecep Fikri Pajar P SM menekankan, acara ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat visi dan misi organisasi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Kegiatan Selamet Nugraha menjelaskan, peringatan milad tahun ini disusun melalui dua fokus utama: refleksi sejarah pengembangan organisasi dan penguatan literasi kader. Diskusi panel yang mengandung ketua Pimpinan Pemuda dari berbagai era menjadi ruang untuk memahami perjalanan organisasi.

Selain diskusi, PDPM Tasikmalaya juga menyelenggarakan bedah buku karya kader muda. Selamet mengungkapkan, inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi tantangan digital serta membangun kebiasaan membaca di kalangan kader muda.

Dengan hal ini, organisasi lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial dan dinamika zaman. Selamet menambahkan bahwa penguatan pembahasan isu strategis menjadi kuncinya untuk menghasilkan solusi yang inovatif bagi masyarakat.

Ideologi kebangsaan dan nilai Persyarikatan Muhammadiyah tetap menjadi pondasi utama dalam menjaga arah gerakan. Kepala PDPM Tasikmalaya menekankan bahwa konsistensi nilai ini harus tetap digelari meski perubahan teknologi dan budaya.

Rancangan acara ini juga mengacu pada kebutuhan kaderisasi yang terus berkembang. Selamet menyoroti kejelasan bahwa pengembangan ekosistem kader harus holistik dan responsif terhadap tantangan terkini.

Diky Candra Lepas Kontrol! 39 Tahun Wali Kota Tasikmalaya: Saatnya Menjawab Ekpektasi!

Penguatan literasi kader dianggap krusial di era digital. Selamet menilai, organisasi harus membangun sistem kaderisasi yang lebih fleksibel. Diskusi strategis juga perlu dilaksanakan untuk menciptakan karya yang positif dan transformatif.

Dampak dari Simposium ini diharapkan bisa menjadi landasan untuk pengembangan baru. Cecep Fikri Pajar P SM menyampaikan, inisiatif ini bukan hanya tentang refleksi tadi tetapi juga persiapan untuk masa depan.

Organisasi Pemuda Muhammadiyah harus terus bertanggung jawab terhadap visi bangsa. Selamet mengakui, kecerdasan dan kerja sama menjadi kunci untuk menjaga relevansi organisasi di tengah perkembangan teknologi dan sosial.

Ini adalah peluang penting untuk memperkuat identitas dan misi organisasi. Keberlanjutan gerakan memang tergantung pada kemampuan menjaga warisan dan inovasi. Semua kader mengingat, perjuangan harus selalu bertujuan untuk menyenangkan masyarakat.

Pemuda Muhammadiyah harus tetap fokus pada nilai-nilai yang berlandaskan kebangsaan. Selama perayaan milad, kader diingatkan untuk menjadi pelayan yang akrab dengan masyarakat. Acara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan harus terus bergerak untuk Indonesia yang lebih baik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan