Agrowisata Bangun Ekonomi, Pemerintah Desa Jalatrang Ciamis Raih Predikat Desa BRILiaN Terbaik Nasional 2025

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Desa Jalatrangdi Kecamatan Cipaku telah berhasil meningkatkan kemakmuran lokal melalui pengembangan agroturisme serta ekonomi kreatif yang bergenre pemberdayaan masyarakat. Prestasi ini membuat desa tersebut menjadi calon terbaik nasional dalam program BRILiaN tahun 2025.

Pilar utama pembangkitnya adalah Eduwisata Kampung Bungur yang mencakup 6 hektar lahan yang sebelumnya tidak productif. Di sini, masyarakat dapat belajar tentang pertanian, peternakan, budaya, hingga seni kreatif. Inisiatif ini awalnya ditetapkan untuk memastikan keamanan pangan di desa. Hal ini memicu pembangunan infra seperti kandang kambing, hutan durian, dan kios desa tahun 2021.

Dengan dukungan dana desa, pada 2022 lahan yang tidak dipasang tanaman diubah menjadi tani ubi ungu untuk mendukung kegiatan Kelompok Wanita Tani Berlian. Program ini kemudian diidentifikasi oleh inisiatif BRI sebagai area pengembangan potensi desa. Hasilnya, desa Jalatrang masuk 10 desa terbaik nasional di ajang Deepening BRILiaN 2025, berdasarkan kinerja digital, kualitas layanan wisata, dan partisipasi pelatihan.

Desa juga mendapatkan kolaborasi dalam promosi melalui media digital seperti Meta Ads, serta dukungan dari pihak ketiga dalam desain iklan. Elsa Nuari Hardiana, ketua Eduwisata Kampung Bungur, menjelaskan pembukaannya mengajak pengunjung belajar teknik menanam, membuat olahan ubi ungu, serta mengenal perawatan domba dan sapi. Selain itu, wisata edukasi disertai permainan tradisional seperti egrang batok, congklak, dan sapintrong untuk mempertahankan warisan budaya.

Pengunjung membayar tiket eksplorasi sebesar Rp25.000, sementara kelas masak dan batik memerlukan lebih banyak dana. Pengalaman yang disediakan tidak hanya menarik, tetapi juga mendidari pelestarian budaya dan keterampilan praktis.

Kombinasi pendidikan, kreativitas, dan pengolahan lokal di desa Jalatrang menjadi contoh bagaimana komunitas dapat mengubah potensi alam menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Sukses ini tidak hanya mengembangkan ekonomi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa lain yang ingin mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan lingkungan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan