Wakil Wali Kota Diky Candra Dikedepan Usai Menemukan Penyebab Kecelakaan Ponpes di Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.id – Peristiwa yang mengaitkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, dengan Ustaz Mabruri, pengasuh Ponpes Fauzan Paseh, terus beredar di media. Salah satu respons yang sangat intens berasal dari Ketua Majlis Santri Bangsa, Ustaz Heri, yang mendasari bahwa tindakan tersebut merusak imajinasi pesantren serta tanggung jawab sosial di masyarakat.

Ustaz Heri mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa tersebut, yang terjadi selama acara resmi yang dilaksanakan secara terpadu. Ia menekankan bahwa pimpinan daerah harus tetap berketahan diri di tengah konflik atau kesalahpahaman.

“Saya sangat mengagumkan dengan peristiwa ini,” ujarnya. “Tapi, respon yang diberikan tidak cukup mengatasi konflik yang terjadi.”

Dikataiannya, Ustaz Heri berpandangan bahwa masalah ini belum diatasi hanya dengan maaf atau islah. Meskipun Ustaz Mabruri menyatakan berdarma, kritik terhadap tindakan kekerasan terhadap ajengan dan lingkungan pesantren tetap menjadi kekhawatiran besar.

Dalam pernyataannya, Ustaz Heri meminta Diky Candra mengundurkan diri dari jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral. “Saya meminta wakil wali kota untukmundur,” tegasnya pada 17 Mei 2026. “Pihak kami juga akan konsolidasi aksi sebagai respon terhadap sikap arogan dan tindakan kekerasan tersebut.”

Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Mei 2026 saat kejuaraan Baris-berbaris Forum Baris Indonesia (Forbasi) di GOR Susi Susanti. Kondisi sekitar kegiatan sangat padat, dengan peserta, guru, dan orang tua memenuhi ruang. Kini, beberapa ibu-ibu mencoba menghentikan langkah Diky Candra untuk meminta foto bersama.

Di tengah keramaian, insiden ini memicu reaksi beragam. Ustaz Heri berusaha mempertahankan harmoni, sementara Diky Candra mempertahankan tanggung jawabnya sebagai pimpinan daerah.

Pemikiran baru: Konflik seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Kehadiran pimpinan yang cermat dan komunikasi yang terbuka sangat penting dalam mencegah ketegangan.

Penutup: Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kesetiaan sama kerja sama antara berbagai pihak adalah kunci untuk menjaga ketenangan sosial. Semoga semua pihak dapat belajar dan terus berusaha menjaga harmoni di lingkungan umat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan